- Instagram @bharaset42nusantara
Junior Terduga Pelaku Pembunuhan Bharada Valdo Serahkan Diri, Sajam dan Senjata Api Diamankan
Jakarta, tvOnenews.com - Pengacara keluarga Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lawai, Petrus Bala Pattyona mengungkap fakta baru di balik dugaan pembunuhan yang menimpa kliennya di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/10/2026).
Petrus mengungkapkan, diduga pelaku telah menyerahkan diri pasca melancarkan aksinya.
“Usai kejadian, Andika (terduga pelaku) menyerahkan diri ke Unit Provos Ditpoludara. Personel piket Provos kemudian mengamankan dan meminta keterangan awal dari yang bersangkutan,” kata Petrus, dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).
Kemudian Petrus menyebutkan, yang bersangkutan selanjutnya diamankan di Markas Poludara untuk menjalani proses hukum.
- Threads @ix.fell88
Sementara itu, Petrus menduga pembunuhan yang dilakukan oleh juniornya tersebut telah direncanakan.
Hal ini dinilai dari luka parah bekas tembakan dan bekas senjata tajam yang berada di tubuh korban.
Maka dari itu, Petrus mewakili keluarga korban meminta agar kasus dugaan pembunuhan terhadap korban diusut secara menyeluruh.
“Itu polisi sudah menyita senjata tajam berupa sangkur dan senjata api. Maka itu, penyidik harus mengungkap secara terang siapa saja yang terlibat dan motif di balik dugaan kasus pembunuhan berencana tersebut,” terangnya.
Untuk diketahui, Anggota polisi, Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai, diduga meninggal dunia usai dianiaya juniornya di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/10/2026).
Pengacara keluarga Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lawai, Petrus Bala Patryona mengatakan, korban diduga dibunuh oleh juniornya.
“Sebagai tim pengacara dari keluarga almarhum Laurensus Aldo Fernandez Lewai yang dibunuh oleh juniornya di kantornya yaitu Kantor Pol Airud Pondok Cabe Jakarta Selatan, Tangerang Selatan,” kata Petrus, dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).
Lebih lanjut Petrus menyebutkan, korban meninggal dunia mengalami luka parah diduga akibat tembakan dan senjata tajam jenis sangkur.
“Tubuh korban yang sangat parah yaitu bekas tembakan, bekas luka yang dilakukan dengan sangkur,” ungkap Petrus. (ars/muu)