news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pengacara keluarga Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai, Petrus Bala Pattyon.
Sumber :
  • Adinda Ratna Safira/tvOnenews

Pengacara Ungkap Hasil Autopsi Bharatu Valdo yang Tewas Dibunuh Junior, 4 Proyektil Peluru Bersarang di Kepala

Petrus menjelaskan, senjata yang digunakan pelaku diketahui laras panjang dan sangkur. Bahkan menurut informasi, dalam senjata laras panjang tersebut masih ada tiga pelurunya.
Senin, 19 Oktober 2026 - 17:20 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pengacara keluarga Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai, Petrus Bala Pattyona mengungkap hasil autopsi kliennya pasca dibunuh oleh juniornya di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/10/2026).

TRIGGER WARNING:
Artikel ini berpotensi memicu perasaan tidak nyaman bahkan mengganggu terutama bagi seperti penyintas trauma dan penderita stres pascatrauma (PTSD) karena mengandung deskripsi mengenai kekerasan dan penganiayaan.

Petrus menyebutkan, hasil autopsi yang diterima dari RS Polri Kramat Jati, korban mengalami luka parah pada kepalanya.

“Jadi di kepala itu (luka parah), ada foto-fotonya. Kemudian ada sabetan di leher sini, kemudian ada di lengan,” kata Petrus, di Polda Metro Jaya, Senin (19/10/2026).

Pihak keluarga mendiang Bharatu Valdo, anggota Ditpoludara yang tewas dalam insiden penembakan di Mako Polairud Tangerang Selatan, meminta polisi usut kasus secara tuntas dan transparan.
Sumber :
  • Threads @ix.fell88

Kemudian Petrus menerangkan, hasil autopsi juga memperlihatkan adanya empat proyektil peluru yang bersarang di kepala korban.

“Ada empat peluru di dalam kepala korban. Kebetulan saat autopsi, memang tim dari Rumah Sakit Kramat Jati, yang berbaik hati bisa memberikan penjelasan bahwa di dalam kepala almarhum ada empat proyektilnya,” jelas Petrus.

Sementara itu Petrus menjelaskan, senjata yang digunakan pelaku diketahui laras panjang dan sangkur. Bahkan menurut informasi, di dalam senjata laras panjang tersebut masih ada tiga pelurunya. 

“Nah, ini yang kita curigai, bagaimana seorang bawahan, seorang junior, bisa memegang senjata laras panjang bersamaan dengan senjata sangkurnya itu,” tegas Petrus.

Kemudian, dengan adanya peristiwa ini, pihak keluarga melalui kuasa hukum berharap agar pihak kepolisian dapat mengungkap secara terang terkait motif yang terjadi.

“Harus diungkapkan dengan terang apa motivasinya, ya. Kalau memang ada yang perlu diselesaikan secara internal di kepolisian kan harus dibicarakan. Jadi kita maunya segera diungkap sehingga keluarga bisa mengetahui bahwa apa menjadi motif kejadian ini,“ jelasnya. (ars/muu)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:56
08:50
02:47
06:54
06:16
06:20

Viral