- Istimewa
Dalam Sepekan 3 Tokoh Nasional Meninggal Dunia, Pengacara Kondang hingga Mantan KSAD
Jakarta, tvOnenews.com - Dalam sepekan tiga tokoh di Indonesia meninggal dunia, mulai dari pengacara kondang hingga purnawirawan TNI.
Berikut tiga tokoh di Indonesia yang meninggal dunia di pekan ini;
- Instagram @chryshnandadwilaksana
Pertama, kabar duka menyelimuti dunia Polri. Mantan Kadiv Hubinter Polri, Irjen Pol (Purn) Napoleon Bonaparte dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (18/10/2026).
Kabar duka itu dibenarkan oleh pengacara Napoleon, yakni Putri Maya Rumanti, saat dihubungi pada Minggu (18/10/2026).
“Ya benar (Irjen Pol (purn) Napoleon) meninggal dunia,” kata Putri.
Lebih lanjut Putri menyebutkan, almarhum meninggal dunia karena sakit. Namun, Putri tidak menjelaskan sakit yang diderita oleh kliennya.
“Iya sakit,” ungkapnya.
Kabar duka juga beredar melalui pesan singkat WhatsApp. Napoleon diketahui menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 10.32 WIB.
“Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu anhu. Telah berpulang ke rahmatullah Bapak Irjen. Pol. (Purn.) Drs. H. Napoleon Bonaparte, M.Si. Pada 18 Oktober 2026 Pukul 10.32 WIB,” ujar Putri.
“Mohon keikhlasannya untuk mendoakan agar Bapak Napoleon diampuni dosa-dosanya dan ditempatkan di surga Allah,” sambungnya.
Almarhum Napoleon, dimakamkan di TMPBN Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
- kamaruddinsimanjuntakpartners.com/
Kedua, tokoh di Indonesia yang meninggal dunia pekan ini adalah pengacara ternama Tanah Air, Kamaruddin Simanjuntak. Ia meninggal dunia pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Kabar duka tersebut dibenarkan oleh rekan sesame pengacara, Martin Lukas Simanjuntak.
“Benar, beliau telah berpulang kerumah bapa di surga subuh tadi di rumah sakit Pelni,” kata Martin, kepada wartawan, Senin (19/10/2026).
Lebih lanjut Martin menyebutkan almarhum meninggal dunia lantaran sakit. Namun Martin tidak menjelaskan secara detail mengenai penyakit yang dideritanya.
“Saya tidak tau detailnya (sakit apa), namun yang pasti sudah dalam beberapa tahun ini rutin cuci darah,” terang Martin.
Subagyo Hadi Siswoyo
- Instagram @antonsuratto
Ketiga, kabar duka juga menyelimuti dunia militer, mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo meninggal dunia, pada Senin (19/10/2026) malam.
Pria yang akrab disapa Subagyo HS itu meninggal di usia 80 tahun. Ia wafat pada pukul 16.20 WIB di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta.
Subagyo HS meninggal dunia setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya.
Kondisi kesehatan mantan KSAD ini diketahui sudah menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Beliau diketahui merupakan mantan senior Presiden Prabowo Subianto di satuan Kopassus TNI.
Info duka atas meninggalnya Subagyo HS, disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Anton Sukartono Suratto melalui Instagram pribadinya.
"Mengenang Darma Bakti sang Patriot: Duka Mendalam atas Berpulangnya Jenderal TNI (Purn.) Subagyo HS," tulisnya.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Langit bangsa kita kembali diselimuti duka yang mendalam. Saya selaku Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, menghaturkan belasungkawa yang tak terhingga atas berpulangnya salah satu putra militer terbaik bangsa, Jenderal TNI (Purn.) Subagyo Hadi Siswoyo," lanjutnya.
Anton mengenang almarhum sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi.
"Sepanjang perjalanan usianya, sejak dilahirkan pada 12 Juni 1946 hingga menghembuskan napas terakhir pada Senin, 19 Oktober 2026, dedikasi beliau untuk Ibu Pertiwi tidak pernah surut," katanya.
"Almarhum adalah sosok prajurit dan tokoh nasional yang telah menorehkan banyak jasa penting bagi negeri ini, mengemban amanah besar mulai dari Danjen Kopassus, Pangdam IV/Diponegoro, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), hingga pengabdiannya sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres)," tambahnya.
Anton mengatakan jejak kepemimpinan almarhun dalam mengawal militer dan pemerintahan di berbagai era adalah warisan keberanian, kesetiaan, dan pengabdian yang akan selalu terukir dalam sejarah bangsa. (muu)