- Antara
Demi Lindungi Dapur Rakyat dari Guncangan Ekonomi, Presiden Prabowo Pimpin Langsung "Super Tim", Ini Strukturnya
tvOnenews.com, Jakarta – Penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2026 tidak hanya sekadar mengubah nama Dewan Nasional Keuangan Inklusif menjadi Dewan Nasional Kesejahteraan Keluarga. Lebih dari itu, pemerintah membentuk struktur pimpinan “Super Tim” ekonomi yang dikomandani langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Keputusan Presiden Prabowo untuk memimpin langsung dewan ini menandai pergeseran paradigma total, yakni isu ketahanan finansial tingkat rumah tangga kini ditempatkan sebagai prioritas tertinggi keamanan nasional.
Langkah ini menyatukan seluruh pemegang otoritas fiskal, moneter, dan regulator jasa keuangan dalam satu komando tanpa sekat birokrasi.
- HO-BPMI Sekretariat Presiden
Struktur Pimpinan Dewan Nasional Kesejahteraan Keluarga
Komposisi pimpinan Dewan Nasional Kesejahteraan Keluarga dirancang secara taktis untuk memastikan eksekusi kebijakan pembiayaan dan perlindungan keuangan keluarga tidak terhambat ego sektoral:
Ketua: Presiden RI Prabowo Subianto (Komando Eksekutif Tertinggi)
Ketua Harian: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Koor. Kebijakan Makro)
Wakil Ketua Harian: Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti (Otoritas Moneter)
Wakil Ketua Harian: Menteri Keuangan Suahasil Nazara (Otoritas Fiskal)
Wakil Ketua: Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi (Regulator Jasa Keuangan)
Penyatuan lima pilar kekuatan ekonomi ini memastikan bahwa instrumen suku bunga, anggaran belanja negara (APBN), perizinan perbankan, hingga pembiayaan mikro beroperasi searah demi membentengi daya beli keluarga Indonesia.
- HO-BPMI Sekretariat Presiden
Fokus Lindungi Dapur Rakyat dari Guncangan Ekonomi
Dengan struktur pimpinan puncak ini, Dewan Nasional Kesejahteraan Keluarga memikul tugas berat untuk mengukur serta mengintervensi kesehatan keuangan rakyat langsung di tingkat unit terkecil, yaitu keluarga.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, kehadiran Presiden di pucuk pimpinan akan mengawal tiga misi utama secara real-time:
- Ketahanan Keuangan (Financial Wellness): Memastikan pendapatan keluarga mencukupi kebutuhan pokok.
- Kekebalan Guncangan (Financial Resilience): Menjamin keluarga memiliki tabungan dan proteksi saat terjadi krisis atau PHK.
- Keamanan Keuangan (Financial Security): Membebaskan masyarakat dari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal dan investasi bodong.
Melalui komando tunggal Presiden Prabowo bersama para panglima ekonomi bangsa, Dewan Nasional Kesejahteraan Keluarga siap menjadi benteng pertahanan utama ekonomi kerakyatan Indonesia.