news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mario Devys, Founder Cianjur Creative Network dan Praktisi Ekosistem Kreatif Indonesia.
Sumber :
  • Istimewa

Kemenangan Spanyol dan UMKM di Piala Dunia 2026

Oleh: Mario Devys, Founder Cianjur Creative Network dan Praktisi Ekosistem Kreatif Indonesia
Senin, 27 Juli 2026 - 21:55 WIB
Reporter:
Editor :

Omset pelaku UMKM pada kegiatan tersebut mencapai Rp1.199.906.403. Capain itu telah melampaui target Rp1 miliar. Adapun jumlah tenant di lokasi itu sebanyak 58 dengan total 128 UMKM.

Sepakbola kembali membuktikan posisinya yakni bukan sekadar olahraga 22 pemain yang berlaga di lapangan hijau, melainkan dirigen yang menggerakkan denyut sosial dan ekonomi hingga ke tingkat akar rumput.

Piala Dunia 2026 Selesai, UMKM Panen Raya

Momen Piala Dunia 2026 kini telah selesai. Hajatan sepak bola terbesar di dunia itu kini telah mencapai puncak dengan Spanyol menjadi juaranya. Hajatan FIFA empat tahun sekali yang tahun ini diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi magnet pemersatu masyarakat termasuk para penggila bola di berbagai wilayah Indonesia. Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia pun panen raya.

Survei Lokadata selama 7 - 13 Juli 2026 menunjukkan besarnya dampak ekonomi dari penyiaran Piala Dunia 2026. Survei yang melibatkan 1.176 responden dari 10 wilayah di Indonesia menunjukkan bahwa 91,5 persen responden mengikuti jalannya perhelatan Piala Dunia 2026 dan 62,2 persen menikmati siaran langsung pertandingan yang disiarkan oleh Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI.

Dari laporan survei tersebut, nonton bareng menjadi budaya dan salah satu motor penggerak keterlibatan warga dalam Piala Dunia 2026. Sebanyak 78,1 persen penonton mengaku pernah mengikuti nobar minimal sekali selama turnamen berlangsung.

Temuan menarik lainnya yaitu 40, 8 persen warga secara aktif dan swadaya menggelar nonton bareng di pos ronda dan lapangan kampung. Hal itu menunjukkan kegiatan nobar sudah menjadi kebiasaan warga saat momen Piala Dunia berlangsung. 

Sementara itu, 26,8 persen warga memilih nobar di kafe ataupun resto dan menghasilkan perputaran nilai ekonomi yang tinggi. Apapun itu, momen nobar tetap menguntungkan UMKM. Nobar sepak bola tak akan nikmat tanpa ditemani kopi dan camilan-camilan. 

Rata-rata pengeluaran warga per sesi nobar tercatat sebesar Rp51.000 (76,6 persen responden membelanjakan di bawah Rp50.000 per sesi) dan Rp145.000 per orang selama Piala Dunia 2026. Alokasi terbesar untuk makanan-minuman (69,3 persen), paket data (52,7 persen), dan atribut tim seperti jersey (10,2 persen). 

Secara kumulatif, sekitar 45,3 persen penonton merasakan kenaikan pengeluaran bulanan selama Piala Duia 2026 akibat aktivitas nobar. Ini juga menunjukkan perhatian masyarakat kepada momen Piala Dunia diwujudkan secara nyata lewat belanja-belanja untuk nonton bareng dan juga dirasakan manfaatnya oleh pelaku UMKM.

Berita Terkait

1
2
3 4 5 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:16
07:17
05:12
01:06
07:18
02:36

Viral