news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kevin Diks, Maarten Paes, Elkan Baggott, Thom Haye, dan Calvin Verdonk di Timnas Indonesia.
Sumber :
  • tvonenews.com - Ilham Giovani

Catatan Sepak Bola Reva Deddy Utama: "Misi Belum Selesai"

Lolos ke final bukan sekadar prestasi, juga membawa 'angin tenang' di luar lapangan.
Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:30 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Begitulah sepak bola, kaya akan drama, melebihi drama Korea.. Di sepak bola skenario bisa berubah di atas lapangan, dan endingnya tak ada yang tahu. 

Itu lantaran banyak situasi-kondisi menyelimuti, termasuk banyak sutradara yang mengarahkan jalan cerita maupun karakter para pelakon.

Berlakulah pakem: "Di sepak bola tak ada yang menang atau kalah, sebelum peluit panjang berbunyi, tanda berakhirnya pertandingan." Itu membuat sepak bola jadi candu.

Timnas sepak bola kita (Indonesia)  luar bisa, mengalahkan Bangladesh 9-2. Dua gol terakhir dicetak dalam waktu satu menit. Itu akan tercatat di memorial sepak bola,  sebagai laga paling dramatis, di luar nalar. 

Pastinya itu didapat lantaran jajaran pemain dan pelatih bertarung sampai detik akhir. Dan kita yang menonton tak bisa duduk  tenang,  jantung berdebar kencang, untung berujung menang. 
    
Timnas pun melangkah ke final, menyingkirkan Malaysia,  yang "menang aneh'  6-0 atas Singapura, di waktu yang sama. Semua tahu ini dagelan, akan jadi 'catatan hitam,' kita maklumkan, tapi jangan dilupakan.

Pertandingan Singapura Kontra Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026
Sumber :
  • Federasi Sepak Bola Singapura/fas.org.sg

Lolos ke final bukan sekadar prestasi, juga membawa 'angin tenang' di luar lapangan. Untuk kali pertama, setidaknya, di empat tahun terakhir ini, seluruh insan sepak bola memberikan apresiasi, dan pujian buat timnas .

Biasanya bila Timnas Indonesia menang, apalagi  kalah, ada saja yang tidak puas. Ada saja komentar atau catatan buruk menyertai. Sasaran "tembak" bukan cuma pelatih dan pemain, juga para elit pengurus PSSI.

Tapi kali ini, para insan sepak bola sepakat menilai,  semua jajaran timnas sudah memberikan:

".....Padamu negeri kami berjanji.. 
Padamu negeri kami berbakti..
Padamu negeri kami mengabdi...
Padamu negeri jiwa raga kami..."

Tapi misi belum selesai. Di final, Senin lusa,  timnas ditunggu Thailand, musuh bebuyutan, lawan kuat yang kerap menjadi batu sandungan untuk kita memegang piala juara. 

Drama pasti ada. Tapi entah apa jalan ceritanya. Lantas bagaiman strategi dan taktik permainan? Kita serahkan kepada Coach  John Herdman, dia yang paham, dan yang punya pasukan.

Kita berharap dan berdoa timnas tampil prima dan solid. Sanggup menghadapi semua kekuatan dan kebahatan lawan, dan endingnya menang. Indonesia juara.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral