- Viva
Masih Ingat CS Vise? Dulu Banyak Tampung Pemain Muda Indonesia, Kini Nasib Klub Eropa Itu Sungguh Tragis karena...
Hal itulah yang pada akhirnya membuat Yandi Sofyan, Syamsir Alam, Alfin Tuasalamony, dan Yericho Christiantoko kompak untuk cabut dari tim berjuluk The Geese tersebut.
Di musim berikutnya, kiprah CS Vise di Liga Belgia semakin terpuruk bahkan mereka harus terdegradasi ke Divisi Tiga usai finis sebagai juru kunci klasemen.
Kesialan CS Vise terus berlanjut karena di saat yang sama mereka mengalami krisis keuangan sampai membuat Bakrie Group menjual saham klub itu kepada investor lokal.
Pemain Timnas Indonesia memperkuat CS Vise (Source: CS Vise)
Akan tetapi, datangnya investor baru tidak membuat kondisi finansial CS Vise berubah. Mereka justru kesulitan dalam membayar gaji pemain dan staf yang harus tertunggak.
Pada akhirnya, CS Vise tak mampu lagi menahan beban sebanyak itu hingga pada Oktober 2014, The Geese dinyatakan bangkrut.
Hal ini sekaligus membuat CS Vise tidak boleh lagi berkompetisi di Liga Belgia dan klub yang tepat berusia 100 tahun pada 2024 ini hanya menyisakan sejarah.
Meski karier sejumlah pesepakbola Indonesia di Liga Belgia saat itu tidak cukup bagus, namun masih ada tiga pemain Garuda yang sampai kini merumput di sana.
Ketiganya ialah Marselino Ferdinan (KMSK Deinze), Sandy Walsh (KV Mechelen), dan Shayne Pattynama (KAS Eupen). Sebelumnya juga ada Jordi Amat yang kini pindah ke Liga Malaysia. (han)