- Instagram el_locogoliadorcg10_
Masih Ingat Evgeny Khmaruk? Eks Kiper Asing Persija Jakarta yang Pernah 'Piting' Cristian Gonzales Usai Cetak Gol Kontroversial, El Loco: Gol Terakhir Saya...
Peristiwa ini tidak berakhir di lapangan. Komite Disiplin PSSI mengambil tindakan tegas terhadap kedua pemain tersebut.
Evgeny Khmaruk dijatuhi sanksi larangan bermain dan masuk dalam daftar hitam kategori 2, yang berarti ia tidak direkomendasikan untuk bermain di Liga Indonesia pada musim berikutnya.
Khmaruk, yang merupakan kiper asal Ukraina, akhirnya tidak lagi melanjutkan karirnya di Indonesia setelah insiden tersebut.
Selain Khmaruk, pelatih Persija Jakarta saat itu, Sergei Dubrovin, juga terkena dampak dari insiden tersebut.
Dubrovin, yang saat itu melakukan protes keras terhadap keputusan wasit, dijatuhi hukuman larangan melatih selama dua tahun di Indonesia.
Protesnya yang berlebihan, termasuk upaya untuk mengejar dan memukul wasit, dianggap sebagai pelanggaran serius oleh PSSI.
Setelah insiden tersebut, karir Evgeny Khmaruk di Indonesia praktis berakhir. Ia tidak lagi terlihat di kancah sepak bola Indonesia setelah mendapat sanksi dari PSSI.
Informasi terbaru menunjukkan bahwa Khmaruk kembali ke Ukraina dan melanjutkan karirnya di klub-klub lokal.
Namun, nama Khmaruk tetap dikenang di Indonesia, meskipun lebih karena kontroversinya dibandingkan prestasi di lapangan.
Berbeda dengan nasib Khmaruk, Cristian Gonzales justru semakin mengukuhkan dirinya sebagai legenda sepak bola Indonesia.
Setelah insiden tersebut, El Loco terus menunjukkan performa impresif di berbagai klub di Indonesia.
Pada tahun 2010, ia resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) melalui proses naturalisasi. Keputusan ini membuka jalan baginya untuk membela Timnas Indonesia.
Gonzales tidak hanya menjadi salah satu striker terbaik di kompetisi domestik, tetapi juga memberikan kontribusi besar bagi Timnas Indonesia.
Ia menjadi andalan Timnas di berbagai turnamen internasional, termasuk Piala AFF dan kualifikasi Piala Dunia.
Prestasinya di Indonesia termasuk meraih gelar top skor di berbagai ajang dan membawa beberapa klub, seperti Arema FC, menjadi juara.
Gonzales dikenal sebagai pemain yang konsisten dan selalu memberikan yang terbaik di lapangan.
Hingga usianya yang mendekati 40 tahun, ia masih aktif bermain dan tetap menjadi salah satu penyerang yang ditakuti lawan.
Keberhasilannya beradaptasi dengan budaya sepak bola Indonesia dan kemampuannya menjaga performa di usia yang tidak muda lagi membuatnya menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda di Indonesia.