- Instagram @persib
Top 3 Bola 30 Januari 2026: Layvin Kurzawa Ditantang Bung Binder, hingga Mikel Arteta Terancam Dipecat Arsenal
tvOnenews.com - Dunia sepak bola kembali diramaikan oleh tiga isu besar yang menyita perhatian publik, baik di dalam maupun luar negeri.
Mulai dari gebrakan Persib Bandung yang mendatangkan pemain eks Eropa, tekanan besar yang menghantui manajer Arsenal, hingga antusiasme publik menanti debut pemain Timnas Indonesia di Liga 1.
Ketiga kabar ini menghadirkan cerita berbeda, namun sama-sama sarat tensi dan ekspektasi.
Berikut rangkuman Top 3 Bola yang paling menarik untuk disimak hari ini.
Layvin Kurzawa Ditantang Bung Binder
- instagram Layvin Kurzawa
Kedatangan Layvin Kurzawa ke Persib Bandung langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional.
Mantan pemain PSG itu direkrut untuk menambal sektor kiri Maung Bandung setelah kepergian beberapa pilar penting.
Meski mengakui kualitas Kurzawa berada di level dunia, pundit Bung Binder memberi tantangan khusus terkait proses adaptasinya.
Status Kurzawa yang sempat enam bulan tanpa klub menjadi sorotan utama dalam penilaian tersebut.
Binder menilai pemain berpengalaman seharusnya tak butuh waktu lama untuk kembali ke performa optimal.
Karena itu, ia memprediksi Bojan Hodak akan memainkan Kurzawa secara bertahap, bukan langsung sebagai starter.
Di sisi lain, Persib dinilai tepat merekrut Kurzawa karena fleksibilitas posisinya yang sesuai dengan kebutuhan taktik.
Kini, publik menunggu apakah reputasi Eropa Kurzawa bisa benar-benar terwujud di Liga Indonesia.
Mikel Arteta Dipecat Arsenal
- Reuters/Paul Childs
Mikel Arteta kembali berada dalam tekanan meski Arsenal masih memimpin klasemen Premier League 2025/26.
Kekalahan dari Manchester United memicu kritik tajam terhadap keputusan taktik sang manajer.
Jarak poin yang mulai menipis membuat peluang juara Arsenal tidak lagi aman.
Mantan pemandu bakat MU, Mick Brown, bahkan menyebut musim ini sebagai momen penentuan bagi Arteta.
Menurutnya, kegagalan meraih trofi besar bisa membuka opsi pemecatan, meski terdengar kejam.
Di sisi lain, performa Arsenal di Liga Champions justru sangat meyakinkan dengan rekor sempurna di fase grup.
Namun, kritik soal gaya bermain yang dianggap terlalu hati-hati terus bermunculan.