- Ajax
Eks Striker Belanda Tak Habis Pikir dengan Maarten Paes, Aksinya di Laga Ajax vs Twente Tuai Sorotan Tajam
tvOnenews.com - Laga Ajax vs FC Twente yang berlangsung pada 5 April 2026 waktu setempat dalam lanjutan Eredivisie 2025/2026 justru berujung sorotan tajam, terutama terhadap kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes.
Maarten Paes langsung menjadi perhatian usai performa Ajax dalam pertandingan tersebut dinilai jauh dari kata memuaskan.
Kiper Timnas Indonesia itu disinggung dalam pembahasan soal buruknya skema build-up Ajax dari lini belakang yang dianggap terlalu berisiko.
- instagram Maartenpaes
Dalam laga tersebut, Ajax memang kesulitan mengembangkan permainan. Sebaliknya, FC Twente mampu tampil lebih efektif dan percaya diri sepanjang pertandingan.
Dua pundit Belanda, Wim Kieft dan René van der Gijp, secara terbuka mempertanyakan keputusan Ajax yang terus mempertahankan pola permainan berisiko, meski sering berujung kehilangan bola.
Nama Maarten Paes ikut terseret karena dinilai terlalu sering memberikan umpan ke bek tengah Josip Sutalo dalam situasi yang tidak ideal.
- Ajax Amsterdam Official
Alih-alih membantu membangun serangan, keputusan tersebut justru dianggap membuka celah bagi lawan untuk melakukan tekanan tinggi.
Dalam laporan media Belanda, Ajax Show Time, Wim Kieft bahkan mengaku tidak memahami keputusan tersebut.
Ia menilai Ajax tampil buruk, sementara FC Twente justru bermain lebih rapi dan minim kesalahan.
Tak hanya itu, Kieft juga menyoroti sektor bek sayap Ajax yang dianggap lemah dan tidak mampu memberikan kontribusi maksimal.
Menurutnya, kualitas pemain di posisi tersebut menjadi salah satu penyebab utama buruknya performa tim.
"Ajax bermain buruk, tetapi FC Twente bermain cukup baik. Mereka juga tidak kesulitan. Ini adalah tim yang sedang dalam performa bagus dan Ajax bermain buruk. Kiper Ajax itu terus saja mengoper bola ke Sutalo. Saya benar-benar tidak mengerti apa pun tentang itu," kata Wim Kieft, dilansir media Belanda, Ajax Show Time.
- Instagram @maartenpaes
Sebaliknya, FC Twente dinilai tampil lebih matang secara taktik. Mereka mampu memanfaatkan celah, terutama dari sisi sayap.