- Istimewa
Liga Universitas 2026 Resmi Berakhir, UNJ Juara Regional Jakarta Tanpa Kekalahan
Bawa Mahasiswa ke Panggung Internasional
Liga Universitas Coca-Cola 2026 juga memberikan pengalaman di luar lapangan kepada sejumlah pesertanya. Dua mahasiswa, Elang Cikal Brajananta dari STKIP Pasundan dan M. Elyas Aryo Saputro dari Institut Teknologi Bandung (ITB), mendapat kesempatan membawa nama Indonesia dalam program internasional bertajuk *One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health & Well-being*.
Kegiatan tersebut berlangsung di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHQ), New York, pada 17 Juli 2026. Kesempatan itu memperluas pengalaman mahasiswa dalam melihat sepak bola dari perspektif yang lebih luas, termasuk kaitannya dengan perkembangan dan kesejahteraan generasi muda.
Presiden Direktur Coca-Cola Indonesia, Eva Lusiana, mengatakan kompetisi tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman sekaligus mengembangkan potensi diri.
“Di Coca-Cola, kami senang dapat mendukung sebuah wadah yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkompetisi, belajar, dan berkembang bersama,” ujar Eva.
Komitmen tersebut juga dilanjutkan melalui Student Ambassador Program. Program ini diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan, mengelola kegiatan, membangun kolaborasi komunitas, serta memperluas jaringan di lingkungan perguruan tinggi.
UNJ Akhiri Musim dengan Rekor Tak Terkalahkan
Bagi UNJ, keberhasilan merebut gelar Regional Jakarta menjadi penutup dari perjalanan kompetitif yang cukup panjang. Tim yang ditangani Theophanic Isfahani Mustafa tersebut harus menghadapi jadwal padat sepanjang musim.
Sejumlah pemain UNJ bahkan harus membagi konsentrasi dengan kompetisi lain, termasuk Liga 4 dan Elite Pro Academy Liga 2 U-19. Situasi tersebut membuat tim harus menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari cedera pemain hingga kebutuhan melakukan rotasi skuad.
Meski demikian, UNJ mampu mempertahankan performanya hingga pertandingan terakhir. Mereka menutup kompetisi dengan status juara sekaligus tanpa mengalami kekalahan.
“Kami bersyukur dapat menyelesaikan turnamen ini tanpa kekalahan. Kemenangan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak di Universitas Negeri Jakarta, mulai dari tim pelatih, komunitas universitas, para pendukung, dan tentunya para pemain yang terus menunjukkan komitmen sepanjang musim,” kata Theophanic.