news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Timnas Indonesia vs China di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sumber :
  • AFC

Media Jepang Masih Ejek China usai Keok dari Timnas Indonesia, Sebut Tim Naga sebagai Tim Terburuk di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Media Jepang menyebut China sebagai tim terlemah di Kualifikasi Piala Dunia 2026 usai keok dari Timnas Indonesia.
Selasa, 10 Juni 2025 - 10:43 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Media Jepang menyebut China sebagai tim terlemah di Kualifikasi Piala Dunia 2026 usai keok dari Timnas Indonesia

Pada Kamis (5/6/2025) lalu, Tim Naga tumbang dari skuad Garuda 0-1 dalam laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Timnas Indonesia Vs China
Sumber :
  • tvOnenews.com - Taufik Hidayat

 

China menyerah dari Timnas Indonesia akibat gol tunggal Ole Romeny setelah sukses menjadi eksekutor penalti pada menit ke-45.

Akibatnya, China dipastikan tersingkir dalam persaingan merebut tiket ke Piala Dunia 2026 usai kini hanya mengoleksi 6 angka di dasar klasemen Grup C.

Sebaliknya, Timnas Indonesia besutan Patrick Kluivert lolos ke putaran keempat setelah kini berada di posisi empat dengan perolehan 12 poin.

Bagi China, kegagalan itu membuat mereka belum berpartisipasi lagi dalam Piala Dunia sejak turnamen edisi 2002 di Jepang dan Korea.

Selama 20 tahun terakhir, Tim Naga telah mencoba 22 kali untuk membuat namanya terkenal di pentas dunia di semua level, tetapi selalu gagal.

Meskipun jumlah kuota Asia untuk Piala Dunia 2026 telah ditingkatkan menjadi 8,5, peluang China ke Piala Dunia malah menyusut bahkan tersingkir lebih awal.

Menariknya, kegagalan China setelah dikalahkan Timnas Indonesia itu membuat media Jepang, Qoly, menyebut Tim Naga sebagai tim terburuk di putaran ketiga ini.

Timnas China
Sumber :
  • tvOnenews.com - Taufik Hidayat

 

"China adalah tim terlemah di babak kualifikasi terakhir," tulis Qoly dalam artikelnya.

Pasalnya, kata media Jepang itu, China telah mengalami 7 kekalahan dalam 9 pertandingan, hanya mencetak 6 gol dan kebobolan 20 gol.

"Alasan utama mengapa China kesulitan mempertahankan daya saingnya di babak kualifikasi akhir adalah perbedaan kemampuan, dengan 2 kemenangan dan 7 kekalahan dalam 9 pertandingan, mencetak 6 gol dan kebobolan 20 gol," imbuh media Jepang itu.

Seperti yang diketahui, fakta bahwa jumlah gol China adalah yang terlemah kedua setelah Bahrain (5 gol) di Kualifikasi Piala Dunia 2026 ini.

Sebaliknya, China memiliki jumlah kebobolan yang tertinggi kedua setelah Qatar di Grup A (21 gol kebobolan).

Tak heran jika Qoly menyebut China sebagai tim terburuk di Kualifikasi Piala Dunia 2026 karena aspek mencetak gol dan kebobolan mereka buruk.

"Selisih gol minus 14 merupakan yang terburuk di antara 18 tim yang berlaga di babak kualifikasi terakhir. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa tim nasional Tiongkok merupakan tim terlemah di babak kualifikasi terakhir," tulis Qoly.

"Kekalahan 0-7 dari Jepang pada pertandingan pertama merupakan pukulan besar, menempatkan mereka dalam posisi yang sepenuhnya pasif dalam perebutan tempat di babak playoff," imbuhnya.

Sementara itu, pelatih China, Branko Ivankovic, memiliki tiga kemenangan, dua kali seri, delapan kali kalah, mencetak 13 gol dan kebobolan 25 gol.

Hal itu menjadikan arsitek asal Kroasia itu salah satu pelatih dengan persentase kemenangan terburuk dalam sejarah tim nasional Tiongkok.

Namun secara objektif, pencapaian terbesarnya bersama China adalah mempercepat peremajaan tim dan berani menggunakan pemain baru.

Meskipun China kembali gagal ke Piala Dunia 2026, percepatan terhadap sepak bola Tiongkok tidak akan berhenti.

Untuk benar-benar mengatasi rendahnya mutu sepak bola, solusi mendasarnya adalah meningkatkan kualitas dan daya saing Liga Super China.

Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah mengirim sebanyak mungkin pemain muda ke Liga Europa sesegera mungkin agar lebih berkembang.

Hal itu seperti yang disampaikan mantan pemain tim nasional China, Song Zhihai, setelah pertandingan melawan Timnas Indonesia.

"Kita perlu membangun generasi yang benar-benar kompetitif, dimulai dari tahap pembinaan pemain muda, usaha bersama dan dedikasi dari orang-orang yang terlibat dalam sepak bola selama beberapa generasi sangatlah penting," katanya.

Selanjutnya, China akan melawan Bahrain di laga pamungkas pada malam ini, di tanggal yang sama Timnas Indonesia bersua Jepang.

(yus)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:38
08:11
03:01
01:30
04:46
05:55

Viral