news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Timnas Italia.
Sumber :
  • FIGC

Tak seperti Spanyol, Presiden PSSI-nya Italia Sebut Kesalahan Besar jika Timnas Italia Boikot Laga Kontra Israel

Presiden PSSI-nya Italia alias Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, menyebut kesalahan besar jika Timnas Italia memboikot laga melawan Israel di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa bulan depan.
Rabu, 24 September 2025 - 10:10 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden PSSI-nya Italia alias Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, menyebut kesalahan besar jika Timnas Italia memboikot laga melawan Israel di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa bulan depan.

Pernyataan itu bertolak belakang dengan pemerintah Spanyol yang sebelumnya berani memberi ancaman boikot Piala Dunia 2026 jika Israel lolos ke ajang tersebut.

Diketahui, perdana menteri Spanyol, Pedro Sanchez, sempat meminta Israel angkat kaki dari dari kontestasi olahraga internasional termasuk sepak bola.

Usulan itu disampaikan oleh pria berusia 53 tahun tersebut sebagai respons atas genosida yang terus dilakukan oleh militer Israel di Gaza, Palestina.

Timnas Israel di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa
Sumber :
  • Instagram/isr.fa

 

"Israel tidak boleh memanfaatkan panggung internasional untuk 'cuci tangan' demi membersihkan nama mereka," kata Sanchez dikutip dari Sport Bible.

Sementara itu, juru bicara Kelompok Sosialis di Kongres Spanyol, Patxi Lopez, mengisyaratkan pemerintah Spanyol akan melakukan boikot Piala Dunia 2026 jika Israel diikutsertakan.

Berbeda dengan pemerintah Spanyol, Presiden FIGC), Gabriele Gravina, justru menegaskan bahwa kesalahan besar jika Timnas Italia memboikot pertandingan melawan Israel bulan depan.

Menurutnya, keputusan itu justru akan merugikan peluang Gli Azzurri untuk lolos ke turnamen paling bergengsi empat tahunan tersebut.

“Akan menjadi kesalahan besar jika berpikir kita bisa memboikot pertandingan melawan Israel,” kata Gravina dalam acara Premio Prisco di Chieti, dikutip Football Italia.

“Kita akan dianggap kalah, yang berarti kita akan kehilangan peluang bermain di Piala Dunia, dan hasilnya akan menguntungkan Israel, yang secara teori bisa memperbesar peluang mereka di jalur kualifikasi menuju turnamen," tambahnya.

Lebih lanjut, Gravina menambahkan bahwa masalah politik tidak seharusnya dibebankan kepada dunia olahraga khususnya sepak bola.

“Ada tanggung jawab politik, yang tentu saja tidak boleh dibebankan kepada dunia olahraga. Sepak bola sedang melakukan sesuatu, kami mengaktifkan sebuah proyek di dalam yayasan UEFA untuk membantu anak-anak yang membutuhkan,” katanya.

Di sisi lain, seruan memboikot Israel kian meluas di Italia menjelang laga kedua tim yang akan digelar pada 14 Oktober mendatang.

Berbeda dengan kasus Rusia yang dilarang FIFA akibat menginvasi Ukraina, Israel hingga kini tidak mendapat sanksi dari UEFA maupun FIFA sehingga tetap bisa berkompetisi.

Kondisi ini membuat FIGC tidak memiliki ruang untuk bergerak, terlebih Italia sudah dua kali absen beruntun di Piala Dunia dan tidak ingin mengambil risiko kehilangan poin secara cuma-cuma.

Italia sebelumnya mengalahkan tim asuhan Ran Ben Shimon dengan skor 5-4 pada laga yang digelar di tempat netral pada 8 September lalu.

Saat ini, Gli Azzurri berada di posisi kedua Grup I dengan sembilan poin dari empat laga, tertinggal enam poin dari Norwegia di puncak klasemen.

Hanya juara grup yang lolos otomatis ke Piala Dunia 2026, sedangkan peringkat dua harus melalui babak playoff.

(ant/yus)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:38
08:11
03:01
01:30
04:46
05:55

Viral