- Amber Searls-Imagn Images/File Photo
FIFA Siapkan Opsi Coret Iran dari Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Bisa Gantikan? Ini Skenarionya
Jakarta, tvOnenews.com - FIFA kembali menjadi sorotan setelah muncul kemungkinan penggantian peserta Piala Dunia 2026 di tengah memanasnya konflik politik global. Situasi ini melibatkan Iran yang sebelumnya sudah memastikan tiket ke putaran final turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Timnas Iran sejatinya tercatat sebagai salah satu negara pertama yang lolos ke Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Kepastian itu membuat Iran ikut masuk dalam undian fase grup yang dilangsungkan pada Desember lalu.
Dalam hasil undian tersebut, Iran tergabung dalam satu grup bersama Belgia dan Mesir, sementara satu slot grup lainnya juga kembali diisi Iran akibat format undian yang belum final. Namun, sejak awal proses tersebut, suasana sudah diwarnai ketegangan non-teknis.
Pejabat Iran sempat menyatakan niat untuk memboikot acara pengundian sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah Amerika Serikat. Langkah itu muncul setelah delegasi resmi Iran, termasuk presidennya, tidak mendapatkan visa untuk menghadiri acara tersebut.
- YouTube FIFA
Kebijakan imigrasi Amerika Serikat saat ini memang memasukkan Iran ke daftar larangan perjalanan penuh yang diberlakukan sejak era pemerintahan Donald Trump. Meski begitu, ada pengecualian terbatas yang diberikan dalam kondisi tertentu.
Salah satu pengecualian tersebut berlaku bagi atlet dan staf teknis, sehingga pemain serta pelatih tim nasional Iran secara aturan masih diizinkan masuk ke Amerika Serikat. Dengan skema itu, Iran seharusnya bisa menjalani tiga laga fase grup Piala Dunia sesuai jadwal.
Masalahnya, ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Iran meningkat tajam dalam dua pekan terakhir. Pemerintah Iran dilaporkan melakukan tindakan represif terhadap demonstran yang menentang rezim berkuasa.
Laporan BBC Persia menyebutkan bahwa hingga Jumat pagi, sedikitnya 2.635 orang tewas akibat operasi militer Iran. Keluarga korban bahkan mengaku diminta sejumlah uang oleh aparat keamanan agar jenazah dapat diserahkan.
- Antara
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga memperkeruh situasi dengan ancaman terbuka terhadap Iran. Setelah sebelumnya menyinggung kemungkinan serangan siber, Trump kini menyebut akan mengambil tindakan yang sangat keras terhadap rezim Teheran.