news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi pemain naturalisasi Malaysia..
Sumber :
  • instagram FAM Malaysia

AFC Jamin Malaysia Tak Kena Skorsing Berat dari FIFA Soal Kasus Naturalisasi Bodong, Ternyata Gara-gara Ini

AFC memastikan FAM aman dari ancaman skorsing FIFA usai pembenahan internal. Namun, federasi Malaysia wajib menerima perubahan drastis demi sepak bola nasional.
Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:28 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memastikan bahwa Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) masih berada dalam kondisi aman dan tidak berada di ambang sanksi skorsing dari FIFA. Kepastian ini muncul di tengah proses pembenahan internal yang kini sedang dijalankan secara intensif demi memperbaiki tata kelola sepak bola Malaysia.

Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul John, menegaskan bahwa komunikasi antara AFC dan FIFA terus berlangsung secara erat untuk memastikan proses pemulihan berjalan sesuai koridor. Ia menyebut bahwa langkah yang ditempuh bukanlah bentuk hukuman, melainkan upaya korektif agar administrasi FAM kembali sehat dan profesional.

Menurut Windsor, salah satu syarat utama agar FAM terhindar dari sanksi berat FIFA adalah kesediaan menerima rekomendasi evaluasi dan perbaikan menyeluruh. Rekomendasi tersebut mencakup aspek manajemen, tata kelola, hingga mekanisme pengambilan keputusan di tubuh federasi.

Sekretaris Jenderal AFC Datuk Seri Windsor Paul John
Sumber :
  • AFC

“Sebelum proses ini dimulai, saya telah berdiskusi dengan FIFA untuk melakukan pemulihan di FAM. Jadi, FIFA tidak akan campur tangan setelah ini. FIFA akan memantau, tetapi mandat telah diberikan kepada AFC untuk membantu FAM," ujar Windsor dikutip dari Harian Metro.

Ia menekankan bahwa seluruh proses ini hanya dapat berjalan jika FAM menunjukkan sikap kooperatif dan terbuka terhadap perubahan. Tanpa komitmen tersebut, risiko sanksi tetap terbuka meski saat ini situasi dinilai terkendali.

“Namun, ada syaratnya. FAM harus setuju. Setiap perubahan yang kami usulkan harus diterima demi kebaikan sepak bola. Selama FAM menyetujui semua perubahan tersebut, tidak ada risiko," katanya.

Windsor menambahkan bahwa perubahan yang dimaksud tidak bersifat kosmetik atau setengah-setengah. Ia menegaskan bahwa reformasi harus dilakukan secara drastis dan menyentuh akar persoalan agar tidak menimbulkan masalah serupa di kemudian hari.

“Yang penting adalah perubahan tersebut harus drastis. Jika FAM mematuhi semua perubahan dan perbaikan yang diusulkan, tidak akan ada masalah.”

Langkah konkret sudah diambil ketika seluruh anggota Komite Eksekutif FAM secara resmi mengundurkan diri secara serentak. Keputusan ini dilakukan untuk membuka jalan bagi restrukturisasi menyeluruh, khususnya dalam sistem manajemen dan administrasi federasi.

AFC diperkirakan membutuhkan waktu setidaknya tiga bulan untuk meninjau dan membenahi struktur internal FAM sebelum kongres pemilihan baru digelar. Rentang waktu tersebut dinilai ideal agar proses evaluasi dapat dilakukan secara mendalam dan objektif.

Selama periode itu, AFC akan melakukan studi komprehensif, termasuk wawancara dengan jajaran manajemen puncak dan staf inti FAM. Proses ini bertujuan memetakan masalah secara detail sekaligus menyusun solusi jangka panjang.

Evaluasi akan dipimpin langsung oleh Wakil Sekretaris Jenderal AFC, Vahid Kardany, dengan dukungan konsultan eksternal independen. Selain itu, Sekretaris Jenderal dan Bendahara FAM juga akan dilibatkan untuk memastikan kesinambungan administrasi tetap terjaga.

Windsor turut meluruskan pemahaman publik terkait istilah penangguhan atau komite normalisasi FIFA yang kerap disalahartikan. Ia menegaskan bahwa kondisi FAM saat ini bukanlah bentuk hukuman, melainkan proses perbaikan struktural yang diawasi.

“Skorsing bukanlah hukuman, orang-orang tidak mengerti itu. Itu untuk perbaikan. Tetapi jika kita bisa memperbaiki diri tanpa skorsing, itu lebih baik dan itulah yang sedang kita lakukan sekarang," ucapnya.

Ia juga menyoroti dampak besar jika skorsing benar-benar diterapkan, terutama terhadap kompetisi domestik dan tim nasional. Menurutnya, penghentian aktivitas internasional justru akan merugikan ekosistem sepak bola Malaysia secara keseluruhan.

“Bayangkan jika kita menangguhkan kompetisi, akan butuh tiga atau empat bulan sebelum normalisasi. Selama periode itu, kita tidak akan bisa bermain di kompetisi internasional. Tidak akan ada manfaat yang lebih besar jika ada penangguhan," pungkasnya. (fan)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:20
02:24
03:50
01:11
01:32
00:45

Viral