- instagram Borussia Moenchengladbach
Kevin Diks Nyaris Jadi Antagonis! Buang Peluang & Gol Dianulir VAR, Berakhir Jadi Pahlawan Gladbach
tvOnenews.com - Kevin Diks menjalani malam yang penuh paradoks di Bundesliga usai gonya dianulir VAR, tapi justru bisa bangkit jadi pahlawan Borussia Moenchengladbach.
Bek Timnas Indonesia itu sempat tampil melempem, membuang peluang emas di depan gawang kosong, bahkan harus menelan kekecewaan setelah golnya dianulir VAR.
Namun sepak bola selalu menyimpan ruang untuk penebusan. Ketika tekanan memuncak dan Borussia Moenchengladbach terancam kembali gagal meraih poin penuh, Diks bangkit di momen paling krusial.
Diks berubah dari sosok yang nyaris jadi kambing hitam menjadi penentu kemenangan dramatis.
Rollercoaster Emosi di Borussia Park
Bermain di Borussia Park, Sabtu (28/2/2026) malam WIB, Borussia Moenchengladbach menghadapi Union Berlin dalam lanjutan Bundesliga.
Laga ini sangat penting bagi Gladbach yang tengah berjuang menjauh dari zona merah klasemen Liga Jerman.
Kevin mendapat kesempatan emas menjelang akhir babak pertama. Setelah kiper Union Berlin menjatuhkan diri untuk menepis sepakan Philipp Sander, bola liar jatuh tepat di depan Diks.
Gawang kosong terbuka lebar, tetapi sundulannya justru melayang di atas mistar. Peluang emas itu terbuang percuma.
Penderitaannya belum berhenti. Pada menit ke-65, Diks sempat mencetak gol lewat penyelesaian jarak dekat.
- instagram Borussia Moenchengladbach
Namun wasit menganulirnya setelah tinjauan VAR menunjukkan ada pemain Gladbach yang lebih dulu berada dalam posisi offside. Stadion pun terdiam.
“Istri saya mengatakan itu seperti roller coaster emosional, dan saya pikir itu juga dirasakan oleh semua orang di stadion,” kata Diks dikutip laman Rheinische Post.
Ia tak menampik rasa bersalahnya. “Setelah melewatkan peluang itu, saya merasa bersalah. Saya bertanya pada diri sendiri: ‘Bagaimana saya bisa melewatkan kesempatan itu?’ Saya terlalu berusaha mendorong bola, dan itu malah menjadi bumerang.”
Penebusan Dosa di Injury Time
Meski dihantui dua momen menyakitkan, Diks mencoba bangkit saat jeda. Ia menyemangati diri sendiri agar tidak menyerah.
“Kami sama sekali tidak menyerah hari ini, pujian besar untuk tim. Saya berkata pada diri sendiri saya ingin mencoba lagi dan kesempatan berikutnya akan datang,” ujarnya.
Kesempatan itu benar-benar datang di masa injury time. Gladbach mendapat penalti setelah Hugo Bolin dilanggar Stanley Nsoki di kotak terlarang. Tanpa ragu, Diks maju sebagai algojo.
- instagram Borussia Moenchengladbach
Dengan tenang ia mengeksekusi bola dari titik putih dan memastikan kemenangan tipis 1-0 untuk Gladbach. Gol tersebut menjadi gol keempatnya musim ini di Bundesliga, seluruhnya tercipta lewat penalti.
“Tekanan tentu saja tinggi pada saat seperti itu. Terutama karena beberapa minggu terakhir sangat sulit bagi kami dengan kekalahan dan tanpa kemenangan. Tapi saya percaya diri, dan tahu saya akan mencetak gol,” ucap Diks.
Ia menegaskan arti penting kemenangan tersebut. “Ini kemenangan penting bagi klub, bagi fans. Ini masa yang sulit, orang-orang pantas mendapatkan sesuatu sebagai balasannya. Kami telah memberikan hati kami di lapangan.”
Kemenangan ini sangat vital bagi Gladbach. Tambahan tiga poin membuat mereka mengoleksi 25 angka dari 24 laga dan kini berada di peringkat ke-12 klasemen Bundesliga.
Persaingan menjauhi zona degradasi semakin ketat, terlebih pesaing seperti St. Pauli dan Werder Bremen juga meraih kemenangan pada pekan yang sama.
Sementara itu, Union Berlin tertahan di posisi ke-10 dengan 28 poin. Selisih yang tipis menunjukkan betapa sengitnya papan tengah Liga Jerman musim ini.
Diks menunjukkan mental baja saat menghadapi tekanan besar. Dari nyaris menjadi penyebab kegagalan tim, ia menjelma pahlawan di detik akhir.
Sepak bola bukan hanya soal momen indah, tetapi juga tentang cara bangkit dari kesalahan.
Kevin Diks telah membuktikan bahwa satu peluang yang gagal tak menentukan segalanya, selama masih ada keberanian untuk mengambil kesempatan berikutnya. (udn)