- REUTERS/Dale Zanine-Imagn Images
Gawang Diberondong Lima Kali oleh Belgia, Timnas Amerika Serikat Disemprot Jelang Piala Dunia 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Amerika Serikat disemprot sesudah kekalahan dari Belgia di laga uji coba. Negeri Paman Sam itu kandas dengan skor 2-5 pada Minggu (29/3/2026) dini hari tadi WIB.
Tim asuhan Mauricio Pochettino melanjutkan persiapannya jelang Piala Dunia 2026. Menjadi tuan rumah untuk turnamen empat tahunan tersebut, AS menjajal salah satu kekuatan terbesar di sepak bola Eropa, bahkan dunia.
Belgia adalah tim yang dikatakan sebagai salah satu kandidat juara di Piala Dunia meski bukan unggulan. Namun, mereka kebobolan lebih dulu melawan AS dalam duel di Atlanta.
Tuan rumah membuka skor pada menit ke-39 melalui Weston McKennie. Namun, Belgia sukses menyamakan skor sebelum jeda turun minum melalui Zeno Debast.
Di babak kedua, The Red Devils membalikkan keadaan hingga skor menjadi 5-1. Amadou Onana, Charles De Ketelaere, dan dwigol Dodi Lukebakio membuat tim tamu unggul telak.
AS mencetak satu gol lagi melalui Patrick Agyemang pada menit ke-87. Namun, itu hanya menjadikan skor akhir 2-5 dalam pertandingan ini.
Kekalahan ini menjadi modal buruk untuk Timnas AS menjelang Piala Dunia 2026. Media Amerika Serikat, Miami Herald, pun mengkritisi performa tim besutan Mauricio Pochettino tersebut.
“Timnas AS dihancurkan 5-2 oleh Belgia dalam pertandingan persahabatan internasional hari Sabtu di Stadion Mercedes-Benz di Atlanta, hasil yang buruk bagi Amerika yang berusaha mencapai performa puncak menjelang Piala Dunia 2026 yang tinggal kurang lebih 70 hari lagi,” tulisnya.
Miami Herald menyoroti performa dua bek sayap di laga ini, yaitu Antonee Robinson dan Timothy Weah. Keduanya bisa menyerang dengan agresif, namun tidak mampu tampil tangguh saat bertahan.
Itu merupakan kelemahan AS dalam cara bertahan secara keseluruhan. AS tak mampu mengimbangi kemampuan penyerang sayap Manchester City, Jeremy Doku, yang tampil merepotkan.
“Weah melakukan pekerjaan yang baik dalam mengawal bintang Belgia, Doku, di sisi kanan pertahanan AS, meskipun Doku terus berusaha maju menyerang; namun, bintang sekaliber Doku seharusnya tidak pernah dibiarkan terlalu lama bergantung pada pertahanan satu pemain, apalagi seorang bek sayap yang juga memiliki tanggung jawab besar dalam serangan,” tulis Miami Herald.
“Seluruh lini belakang tidak hanya perlu mengawal Doku dengan lebih baik, tetapi juga lebih baik mengantisipasi umpan selanjutnya yang pasti akan dilakukan Doku—dan sangat berbahaya.
“Meskipun Doku sendiri tidak mencetak gol, ia terlibat langsung dalam gol pertama dan kedua Belgia—yang paling penting bagi keruntuhan pertahanan AS selanjutnya—karena ia memulai permainan dengan menggiring bola di sisi sayap dan mengirimkan umpan silang ke dalam kotak penalti.
“Masalah yang sama, meskipun dalam skala yang lebih kecil, terjadi ketika pemain Belgia mana pun mengirimkan umpan silang ke dalam kotak penalti: pemain dibiarkan terbuka lebar dan tanpa penjagaan di depan gawang,” tukasnya. (rda)