- FIFA
Gaji Wasit Piala Dunia 2026 Bocor! Sosok Ini Ungkap Nominal Fantastis hingga Aturan Baru yang bikin Pemain Enggak Berkutik
Jakarta, tvOnenews.com – Menjadi wasit atau pengadil di turnamen sepak bola terbesar sejagat raya ternyata bukan cuma soal prestise, tapi juga soal pundi-pundi uang yang menggiurkan.
Mantan wasit ternama Liga Inggris, Mark Clattenburg, baru-baru ini membocorkan bahwa para wasit yang bertugas di Piala Dunia 2026 bisa mengantongi pendapatan lebih dari £50.000 (Rp1 miliar lebih) dalam satu turnamen.
Dua wasit top Premier League, Michael Oliver dan Anthony Taylor, dipastikan akan menjadi bagian dari korps baju hitam yang memimpin laga-laga panas di musim panas ini.
Keduanya dikabarkan sangat berambisi mengikuti jejak Howard Webb (Direktur Teknik PGMOL saat ini) yang pernah sukses memimpin laga final Piala Dunia.
Clattenburg mengungkapkan bahwa sistem pengupahan wasit di turnamen besar biasanya dihitung berdasarkan seberapa jauh mereka bertugas hingga babak gugur.
"Jika Anda berhasil terpilih sampai memimpin pertandingan final, bayarannya bisa berkisar antara £45.000 hingga £52.000 (Rp930 juta - Rp1,07 miliar). Selain itu, para wasit juga menerima uang saku harian selama turnamen berlangsung," ujar Clattenburg dalam tayangan Whistleblowers Podcast.
Meskipun terlihat besar bagi orang awam, Clattenburg menilai angka tersebut sebenarnya terhitung rendah jika dibandingkan dengan perputaran uang raksasa di industri sepak bola modern saat ini.
Siap-siap Kartu Merah Jika Tutup Mulut
Bukan cuma soal gaji yang menarik perhatian, Piala Dunia 2026 juga akan menerapkan serangkaian aturan baru yang sangat ketat untuk memotong taktik kotor dan drama di lapangan. Berikut adalah poin-poin pentingnya:
- Dilarang Protes saat Kiper Cedera: Pemain dilarang keras masuk ke area teknis untuk berdiskusi dengan pelatih saat kiper mereka sedang mendapat perawatan di lapangan.
- Aturan 5 Detik: Akan ada hitungan mundur maksimal 5 detik untuk melakukan tendangan gawang (goal kick) dan lemparan ke dalam (throw-in). Lewat dari itu? Pelanggaran!
- Tutup Mulut = Kartu Merah: Ini aturan paling radikal. Pemain yang ketahuan menutup mulutnya dengan jersey atau tangan saat terlibat konfrontasi/adu argumen di lapangan akan langsung diganjar kartu merah.
Aturan ketat mengenai "tutup mulut" ini diberlakukan berkaca dari skandal rasisme yang menimpa gelandang Benfica, Gianluca Prestianni. Kala itu, pemain asal Argentina tersebut sengaja menutupi mulutnya dengan baju sebelum bintang Real Madrid, Vinicius Jr, melaporkan adanya tindakan rasisme.
Clattenburg sempat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka karena analisisnya yang dinilai "kurang berhati-hati" saat membahas insiden rasisme tersebut dalam siaran Amazon Prime Video.