news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Iran Hadapi Masalah Serius di Piala Dunia 2026.
Sumber :
  • REUTERS/Victor Medina

Iran Alami Masalah Besar di Piala Dunia 2026

Sejumlah kebijakan yang diberlakukan Amerika Serikat disebut berpotensi menghambat persiapan dan aktivitas Timnas Iran selama Piala Dunia 2026 berlangsung.
Senin, 8 Juni 2026 - 18:46 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Iran menghadapi tantangan nonteknis menjelang tampil di Piala Dunia 2026 Sejumlah kebijakan yang diberlakukan Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah turnamen disebut berpotensi menghambat persiapan dan aktivitas resmi Timnas Iran selama kompetisi berlangsung.

Persoalan itu mencuat setelah beberapa anggota rombongan Timnas Iran dilaporkan belum memperoleh visa untuk memasuki Amerika Serikat. Kondisi tersebut menambah daftar kekhawatiran yang sebelumnya muncul akibat hubungan diplomatik yang kurang harmonis antara Iran dan Amerika Serikat.

Laporan media pemerintah Iran yang dikutip ESPN, menyebutkan sejumlah pejabat penting federasi masih menunggu kepastian izin masuk. Di antara nama yang disebut adalah Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Hedayat Mombeini, serta Wakil Presiden FFIRI, Mehdi Mohammad Nabi. Keduanya termasuk dalam kelompok 14 pejabat dan staf yang belum mengantongi visa.

Meski seluruh pertandingan Iran pada fase Grup G berlangsung di wilayah Amerika Serikat, federasi memilih Meksiko sebagai lokasi pemusatan latihan selama turnamen berlangsung. Langkah itu diambil sebagai bagian dari penyesuaian terhadap berbagai aturan perjalanan yang berlaku.

Pada fase grup, Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles, serta Mesir di Seattle.

Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, mengungkapkan pihaknya telah menerima informasi mengenai pembatasan yang akan diterapkan kepada rombongan tim selama berada di Amerika Serikat.

Menurut Pasandideh, tim hanya diperbolehkan masuk ke Amerika Serikat pada hari pertandingan dan wajib meninggalkan negara tersebut pada hari yang sama.

"Kami bisa masuk pada pagi hari dan harus meninggalkan negara itu pada hari yang sama," ujar Pasandideh.

Aturan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persoalan operasional bagi Timnas Iran. Selain menyulitkan mobilitas tim, kebijakan itu juga dapat berdampak terhadap pemenuhan sejumlah kewajiban resmi yang ditetapkan FIFA.

Laporan The Guardian menyebutkan, FIFA mewajibkan pelatih kepala setiap peserta menghadiri konferensi pers resmi sehari sebelum pertandingan digelar di kota penyelenggara laga berikutnya. Jika Iran hanya mendapatkan akses masuk pada hari pertandingan, kewajiban tersebut berisiko tidak dapat dijalankan.

Minta FIFA Turun Tangan

Menjelang dimulainya Piala Dunia 2026, Iran meminta FIFA turun tangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Federasi sepak bola Iran bersama perwakilan diplomatik negara itu menilai kebijakan yang diterapkan Amerika Serikat tidak sejalan dengan ketentuan FIFA maupun tanggung jawab sebagai tuan rumah turnamen.

Melalui pernyataan yang diunggah Kedutaan Besar Iran di Turki di platform X, pemerintah Iran menyampaikan kritik keras terhadap proses pemberian visa bagi rombongan tim nasional.

"Anda tidak bisa menutupi tindakan yang melanggar regulasi FIFA dan mengabaikan kewajiban Amerika Serikat sebagai tuan rumah hanya dengan memuji diri sendiri," tulis pernyataan tersebut.

Pemerintah Iran juga mempertanyakan alasan penolakan visa terhadap sejumlah staf yang dinilai memiliki peran penting dalam operasional tim.

"Mengapa Anda tidak mengatakan bahwa visa ditolak untuk sebagian besar staf manajerial dan eksekutif, penasihat teknis, serta pihak-pihak lain yang merupakan bagian penting dari setiap tim nasional sepak bola?" demikian bunyi pernyataan itu.

Iran menilai kebijakan tersebut menciptakan perlakuan yang tidak setara dibandingkan negara peserta lainnya. Menurut mereka, hambatan administratif yang dialami dapat memengaruhi kesiapan tim dalam menjalani turnamen.

"Anda kini telah membawa perlakuan diskriminatif yang disengaja terhadap tim nasional Iran ke tingkat yang paling tinggi," lanjut pernyataan tersebut.

Pemerintah Iran juga menegaskan bahwa dampak kebijakan tersebut telah melampaui isu politik dan mulai menyentuh aspek kompetisi olahraga.

"Dengan memperluas permusuhan yang berubah-ubah terhadap bangsa Iran ke dunia olahraga, pemerintah Amerika Serikat pada praktiknya telah merampas hak tim nasional Iran untuk bermain di Piala Dunia dalam kondisi normal serta tanpa tekanan dan stres yang tidak semestinya."

"Ini merupakan bentuk campur tangan bermotif politik yang paling buruk dalam dunia olahraga," tutup pernyataan pemerintah Iran. (mir)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:12
05:05
02:59
01:29
04:17
05:51

Viral