- Federasi Sepak Bola Ghana/ghanafa.org
Piala Dunia 2026: Lagi-lagi Masalah Visa Bikin Kontestan Merana, Kini Giliran Gelandang Mualaf Timnas Ghana Tak Bisa Main di Laga Pembuka
Jakarta, tvOnenews.com - Polemik visa kembali mewarnai gelaran Piala Dunia 2026. Kali ini, Timnas Ghana menjadi pihak yang dirugikan setelah kehilangan salah satu pemain andalannya.
Gelandang berpengalaman Thomas Partey dipastikan absen pada laga perdana Grup L. Pemain berusia 32 tahun itu tidak bisa memperkuat Ghana saat menghadapi Panama.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Toronto, Kanada, pada Rabu (17/6) waktu setempat. Absennya Partey menjadi pukulan telak bagi The Black Stars jelang laga penting tersebut.
Menurut laporan OneFootball yang dikutip pada Sabtu (13/6/2026), Partey gagal memperoleh izin masuk ke Kanada. Permohonan visa terbarunya dikabarkan ditolak oleh otoritas setempat.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai alasan penolakan tersebut. Situasi itu pun memunculkan berbagai spekulasi di kalangan pengamat dan suporter.
Sejumlah pihak menduga keputusan tersebut berkaitan dengan kasus hukum yang pernah menyeret nama Partey beberapa tahun lalu. Namun, belum ada keterangan resmi yang mengonfirmasi dugaan tersebut.
FIFA kemudian memastikan absennya sang gelandang melalui pernyataan resmi. Badan sepak bola dunia itu menyebut Partey tidak dapat melakukan perjalanan dari markas Ghana di Boston menuju Kanada.
- Federasi Sepak Bola Ghana/ghanafa.org
"FIFA dapat mengonfirmasi bahwa pemain Thomas Partey tidak akan dapat melakukan perjalanan dari markas Ghana di Boston, Amerika Serikat, ke Kanada untuk pertandingan pembuka melawan Panama pada Rabu, 17 Juni, karena permohonan visanya telah ditolak oleh pemerintah Kanada," bunyi pernyataan resmi FIFA.
FIFA menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan dalam proses imigrasi yang diterapkan negara tuan rumah. Seluruh keputusan mengenai pemberian visa sepenuhnya berada di tangan pemerintah masing-masing negara.
"FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk penerbitan visa. Seperti pada turnamen FIFA sebelumnya, pemerintah tuan rumah pada akhirnya menentukan siapa yang menerima visa dan diizinkan masuk ke negara tersebut," lanjut FIFA.
Meski gagal tampil pada laga pembuka, peluang Partey untuk bermain di fase grup masih terbuka. Pasalnya, dua pertandingan Ghana berikutnya akan berlangsung di Amerika Serikat.
Ghana dijadwalkan menghadapi Inggris dan Kroasia pada laga lanjutan Grup L. Jika tidak ada kendala lain, Partey berpeluang kembali memperkuat tim pada dua pertandingan tersebut.
Kehilangan Partey tentu menjadi kerugian besar bagi Ghana. Pengalamannya selama bertahun-tahun membuatnya menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di lini tengah tim.
Sejauh ini, gelandang yang menjadi mualaf pada Maret 2022 itu telah mencatatkan 57 penampilan bersama Timnas Ghana. Dari jumlah tersebut, ia menyumbangkan 10 gol dan delapan assist untuk The Black Stars.
Masalah visa memang menjadi salah satu isu terbesar yang membayangi Piala Dunia 2026. Sejumlah pemain, ofisial, hingga perangkat pertandingan dilaporkan mengalami kendala serupa sejak turnamen dimulai.
Sebelum kasus Partey mencuat, insiden serupa juga menimpa wasit terbaik Afrika asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan. Ia dilaporkan ditolak masuk saat tiba di Bandara Miami dan harus menjalani pemeriksaan selama 11 jam.
Artan disebut mengalami kendala karena paspor Somalia yang dimilikinya masuk dalam daftar pembatasan perjalanan Amerika Serikat. Akibatnya, ia gagal menjalankan tugas pada turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Kasus-kasus tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Di tengah pesta sepak bola dunia, persoalan administrasi justru membuat sejumlah pihak kehilangan kesempatan untuk berpartisipasi.
(igp)