news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sumber :
  • Amnesty International Canada

Karut-marut Piala Dunia 2026

Perpecahan politik yang sudah sedemikian akut di AS ternyata tidak bisa didinginkan oleh panggung agung Piala Dunia FIFA, meski untuk sesaat.
Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:02 WIB
Editor :

AS juga menolak skuad Iran menjadikan bumi AS sebagai base camp mereka selama berada di Piala Dunia 2026, padahal seluruh laga fase grup Iran diadakan di AS.

Faktor Iran yang tak memiliki hubungan diplomatik dengan AS adalah penyebabnya, tapi faktor terbesar tentunya status negara ini yang tengah diperangi oleh AS.

Namun, percayalah, jika langkah pemerintah Trump ini sebenarnya menampar sekaligus mempermalukan FIFA dan Infantino lebih keras ketimbang menyakiti perasaan Iran.

FIFA, yang tiga tahun lalu begitu garang kepada Indonesia karena menolak memberikan visa kepada tim Israel untuk Piala Dunia U20 sampai Indonesia dicabut haknya menjadi tuan rumah turnamen muda FIFA itu, kini malah tak berdaya.

Gianni Infantino pun hanya memberikan komentar normatif. Ia dan FIFA tak bisa berbuat apa-apa.

Tetapi ketika ditanya oleh kantor berita Reuters, apakah FIFA menyesal telah memilih AS sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026, dirinya menjawab "tidak sama sekali".

Namun, mungkin jauh di lubuk hatinya Gianni Infantino gemas terhadap apa yang dilakukan oleh Donald Trump, terutama setelah AS menolak memberikan visa masuk kepada wasit Omar Artan.

Bayangan rusaknya impian menggelar Piala Dunia yang inklusif dan sepak bola yang menyatukan dunia pun semakin jelas.

Sejumlah kalangan, termasuk mantan Presiden FIFA Sepp Blatter, malah menyerukan penggemar sepak bola mengabaikan Piala Dunia 2026 di AS akibat prilaku buruk pemerintahan Trump.

Seruan Blatter ini meneruskan ajakan Mark Pieth, jaksa Swiss yang pernah mengetuai Komite Tata Kelola Independen FIFA, yang meminta penggemar sepak bola seluruh dunia agar lebih baik menyaksikan Piala Dunia 2026 dari rumah, ketimbang nanti dipermalukan dan bahkan diusir oleh aparat begitu tiba di AS untuk menyaksikan timnas kesayangan mereka.

Kendati demikian, ini baru dua hari penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Situasi bisa lebih baik nanti, tapi juga mungkin semakin buruk, apalagi Donald Trump lebih peduli kepada diri sendiri, ketimbang mengakomodasi keinginan pihak lain, termasuk FIFA.

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:56
01:32
01:41
01:29
06:21
01:48

Viral