- REUTERS/Jeenah Moon
Carlo Ancelotti Ungkap Biang Kerok Timnas Brasil Gagal Menang Lawan Maroko di Piala Dunia 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti buka suara terkait Selecao gagal menang usai ditahan imbang Maroko pada laga perdana fase Grup C di Piala Dunia 2026, yang berlangsung di New York, Minggu (14/6/2026) pagi WIB.
Brasil dipaksa kecewa setelah mereka meraih hasil imbang saat melawan Maroko dengan skor 1-1, sehingga terpaksa hanya membawa pulang satu poin di laga perdananya di Piala Dunia 2026.
Brasil sebenarnya datang ke turnamen ini dengan status salah satu kandidat juara. Namun, penampilan mereka pada laga pertama masih belum mampu memenuhi ekspektasi banyak pihak.
Tim Samba bahkan sempat berada dalam tekanan setelah Maroko berhasil membuka keunggulan lebih dulu. Ismael Saibari menjadi sosok yang membuat Brasil tertinggal dan memaksa mereka bekerja lebih keras sepanjang pertandingan.
Situasi tersebut membuat Brasil harus meningkatkan intensitas permainan pada babak kedua. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil melalui gol yang dicetak Vinicius Jr.
Gol pemain Real Madrid itu menyelamatkan Brasil dari kekalahan pada laga pembuka. Berkat gol tersebut, Selecao setidaknya berhasil mengamankan satu angka penting dalam persaingan Grup C.
Meski terhindar dari hasil buruk, performa Brasil sepanjang pertandingan tetap menjadi sorotan. Mereka dinilai kesulitan mengembangkan permainan, terutama pada babak pertama.
Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, juga mengakui timnya tidak tampil sesuai harapan sejak menit awal pertandingan. Menurutnya, Maroko mampu memberikan tekanan yang membuat Brasil kesulitan menguasai jalannya laga.
"Saya pikir kami tidak memulai laga dengan sangat baik, saya sempat sedikit khawatir," ujar Carlo Ancelotti dikutip dari laman resmi FIFA.
"Kami kalah dalam banyak duel dan penguasaan bola, namun kami bisa meningkatkan permainan di babak kedua dalam laga yang sulit ini karena Maroko adalah tim yang bagus," tambahnya.
Lebih lanjut, pelatih asal Italia tersebut menilai anak asuhnya terlalu sering kehilangan kontrol permainan pada babak pertama. Akibatnya, Brasil tidak bisa menjalankan strategi yang telah dipersiapkan sebelum pertandingan.
"Di babak pertama, kami kesulitan untuk keluar dari tekanan, karena kami seharusnya bisa menguasai pertandingan lebih baik," jelasnya lagi.