news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Stadion sepak bola di Piala Dunia 2026 mengalami badai panas.
Sumber :
  • Gemini Generated AI

Padahal Baru Mulai, Piala Dunia 2026 Terancam Bahaya: FIFA Disemprot Pakar

Induk organisasi sepak bola dunia FIFA mendapatkan peringatan keras dari sekelompok akademisi terkemuka lintas negara terkait penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Minggu, 14 Juni 2026 - 13:43 WIB
Reporter:
Editor :

“Keselamatan pemain perlu perhatian langsung dan mendesak karena berbagai hal bisa memburuk dengan sangat cepat ketika orang terlalu kepanasan. Kami khawatir FIFA bermain sembrono dengan kesehatan dan keselamatan para pemain," semprot Andrew Simms selaku Direktur New Weather Institute yang mengoordinasikan surat tersebut.

Pandangan senada diutarakan Profesor Douglas Casa dari University of Connecticut. Ia menilai panduan yang dimiliki FIFA saat ini masih jauh dari kata ideal untuk melindungi atlet.

“Istirahat hidrasi di setiap babak perlu lebih lama dari tiga menit, setidaknya lima menit untuk setiap istirahat dan sebaiknya enam menit. Kami berharap surat terbuka ini meyakinkan FIFA untuk memperbarui pedoman panasnya sebelum Piala Dunia,” desak Prof. Douglas.

Ancaman di edisi 2026 ini dipastikan bakal jauh lebih kompleks. Selain faktor suhu menyengat, potensi badai petir hingga buruknya kualitas udara akibat dampak kebakaran hutan kerap mengintai wilayah AS, Kanada, dan Meksiko saat musim panas bergulir.

Studi terbaru dari World Weather Attribution (WWA) mengungkapkan bahwa risiko indeks panas dan kelembaban di edisi kali ini melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan saat AS menggelar Piala Dunia 1994 silam akibat efek nyata perubahan iklim global.

Data mereka menunjukkan seperempat total pertandingan berpotensi dimainkan di atas suhu 26 derajat Celsius WBGT, di mana lima laga di antaranya diprediksi menembus batas tidak aman bagi tubuh menurut standar Fifpro.

Meskipun enggan memberikan komentar langsung untuk membalas klaim dari surat terbuka para akademisi tersebut, juru bicara FIFA menjelaskan bahwa pihaknya akan menerapkan skema "model mitigasi panas berjenjang" yang langkahnya akan disesuaikan secara dinamis (real-time) di lapangan.

FIFA menjamin adanya dukungan stasiun meteorologi khusus yang bekerja nonstop sepanjang turnamen, baik di level pusat maupun di seluruh kota penyelenggara.

Data dari WBGT dan pemantauan indeks panas tersebut yang nantinya menjadi dasar utama dalam proses pengambilan keputusan krusial di lapangan.

Pihak federasi mengklaim bahwa draf jadwal pertandingan sejak awal sudah dirancang adaptif terhadap iklim lokal.

Berita Terkait

1 2
3
4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:56
01:32
01:41
01:29
06:21
01:48

Viral