- REUTERS/Henry Romero
Piala Dunia 2026: Imbas Kalah Telak 5-1 dari Swedia, Pelatih Tunisia Langsung Dipecat
Jakarta, tvOnenews.com - Kekalahan telak yang dialami Tunisia pada laga perdana Piala Dunia 2026 langsung memakan korban. Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) resmi memecat Sabri Lamouchi dari kursi pelatih kepala.
Keputusan tersebut diambil setelah Tunisia takluk 1-5 dari Swedia pada pertandingan Grup F, Senin (15/06/2026). Hasil itu membuat tekanan terhadap Lamouchi mencapai puncaknya hanya beberapa bulan setelah ia ditunjuk.
Dalam pernyataan resminya, FTF mengonfirmasi bahwa kerja sama dengan Lamouchi telah berakhir. Federasi juga segera menyiapkan sosok pengganti untuk memimpin tim di sisa turnamen.
"Kesepakatan resmi telah tercapai untuk memberhentikan pelatih Sabri Lamouchi. Saat ini sedang dilakukan proses penunjukan Mondher Kebaier sebagai pelatih tim nasional untuk sementara," demikian pernyataan FTF, dikutip dari The Guardian, Selasa (16/6/2026).
Pemecatan ini terbilang mengejutkan mengingat Lamouchi baru menangani Tunisia pada Januari 2026. Namun hasil buruk yang terus berulang membuat posisinya sulit dipertahankan.
Sebelum tampil di Piala Dunia, Tunisia juga sempat menelan kekalahan telak dalam laga uji coba. Mereka dihajar Belgia dengan skor 0-5 di Brussels, yang semakin memperbesar keraguan terhadap performa tim.
Kekalahan dari Swedia menjadi titik terendah bagi Tunisia sejauh ini. El Aigles de Carthage gagal mengimbangi permainan lawan dan kebobolan lima gol dalam laga pembuka.
- REUTERS
Swedia tampil dominan sejak menit awal pertandingan. Yasin Ayari dan Alexander Isak membawa tim Skandinavia unggul sebelum Tunisia sempat memperkecil ketertinggalan melalui Omar Rekik.
Namun harapan Tunisia untuk bangkit tidak bertahan lama. Viktor Gyokeres, Mattias Svanberg, dan gol kedua Ayari memastikan kemenangan telak 5-1 untuk Swedia.
Hasil tersebut membuat Tunisia berada dalam posisi sulit di klasemen Grup F. Peluang mereka untuk melangkah ke fase gugur kini bergantung pada dua pertandingan berikutnya.
Mondher Kebaier yang diproyeksikan menjadi pelatih sementara akan menghadapi tugas berat. Ia dituntut mengangkat mental para pemain dalam waktu yang sangat singkat.
Tunisia selanjutnya akan menghadapi Jepang pada 21 Juni mendatang. Laga tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi mereka untuk menjaga asa bertahan di Piala Dunia 2026.
Setelah menghadapi Jepang, Tunisia masih harus melawan Belanda pada pertandingan terakhir fase grup. Dua laga itu akan menentukan apakah pergantian pelatih mampu membawa dampak positif bagi perjalanan mereka.
Lamouchi sendiri bukan sosok asing di panggung Piala Dunia. Pelatih asal Prancis itu pernah menangani Pantai Gading pada Piala Dunia 2014, meski gagal membawa timnya lolos dari fase grup.
Kini Tunisia berharap perubahan di kursi pelatih bisa menjadi titik balik. Jika gagal bangkit dalam dua laga tersisa, perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 berpotensi berakhir lebih cepat dari harapan.
(sub)