- Saeta
Jersey Haiti Dianggap Bermuatan Politik, FIFA Larang Dipakai di Piala Dunia 2026
tvOnenews.com – Kabar mengejutkan datang dari kontestan Piala Dunia 2026. Timnas Haiti terpaksa harus mengganti desain jersey yang sedianya bakal mereka gunakan sepanjang turnamen akbar tersebut.
Langkah drastis ini diambil setelah Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menilai sejumlah elemen visual pada seragam tempur tersebut mengandung muatan politik yang menyalahi regulasi.
Keputusan tegas dari badan sepak bola dunia itu dijatuhkan hanya berselang beberapa hari sebelum armada Haiti memulai kiprahnya di babak putaran grup.
- Saeta
Sesuai jadwal, Timnas Haiti akan menantang Skotlandia pada laga pembuka mereka yang akan digelar di Boston pada 14 Juni 2026.
Dalam laga krusial tersebut, Les Grenadiers dipastikan sudah akan mengenakan versi jersey baru yang telah dimodifikasi.
Produsen perlengkapan tim (apparel) resmi asal Haiti, Saeta, mengonfirmasi adanya perubahan desain tersebut melalui sebuah pernyataan resmi yang diunggah langsung di laman media sosial mereka.
Menurut penjelasan Saeta, mahakarya desain awal jersi tersebut dirancang bersama Federasi Sepak Bola Haiti murni sebagai wujud apresiasi dan bentuk penghormatan tinggi terhadap dedikasi serta semangat masyarakat Haiti yang terus berkontribusi bagi masa depan negaranya.
“Desain akhir yang diajukan Saeta dimaksudkan sebagai penghormatan kepada pria dan wanita, di mana setiap hari berkontribusi bagi masa depan Haiti dan bukan sebagai pernyataan politik,” tulis Saeta dalam pernyataan resminya.
Namun dalam fase evaluasi kelayakan, FIFA bersikeras bahwa beberapa ornamen visual di atas kain jersi tersebut berpotensi memicu interpretasi yang berbeda jika dibenturkan dengan regulasi perlengkapan resmi turnamen.
Meskipun memiliki pandangan dan penafsiran yang berseberangan mengenai makna filosofis dari desain tersebut, pihak Saeta memilih bersikap bijak dan berjiwa besar untuk tetap mengikuti keputusan serta ketetapan akhir dari FIFA.
“Meskipun penafsiran tersebut berbeda dari maksud kami, Saeta menghormati proses yang ada dan menerapkan seluruh persyaratan akhir yang disampaikan FIFA,” tegas pihak Saeta.
Ketentuan ketat ini merujuk langsung pada FIFA Equipment Regulations Pasal 4.2. Dalam klausul tersebut, otoritas tertinggi sepak bola dunia itu menyatakan secara eksplisit:
“No political, religious, or personal messages or slogans may appear on match equipment.” (Tidak boleh ada pesan atau slogan politik, agama, atau pribadi yang muncul pada perlengkapan pertandingan).
Aturan ini bersifat mengikat dan tanpa kompromi. Apabila ada federasi yang nekat melanggar, FIFA tidak segan-segan menjatuhkan sanksi disiplin yang berat, mulai dari denda finansial yang signifikan hingga sanksi ekstrem berupa pengurangan poin di babak penyisihan grup.
Usut punya usut, titik kontroversi yang dipersoalkan oleh FIFA berpusat pada sebuah ilustrasi gambar yang terletak di bagian pinggul sebelah kanan jersey.
Gambar tersebut menampilkan siluet yang terinspirasi langsung dari peristiwa legendaris Pertempuran Vertières dan Revolusi Haiti—salah satu tonggak sejarah paling sakral bagi negara di kawasan Karibia tersebut.
Menilik lembaran sejarah pada tahun 1803, sang pemimpin revolusi, Jean-Jacques Dessalines, melakukan aksi heroik merobek bagian warna putih dari bendera Prancis untuk merajut bendera baru.
Momen epik itulah yang menjadi simbol sakral lahirnya Haiti sebagai republik kulit hitam merdeka pertama di dunia.
- Saeta
Ikonografi bermuatan revolusi itu awalnya disematkan pada tiga varian jersey rilisan Saeta, yakni jersey utama (home) berwarna biru, jersey kedua (away) berwarna putih, serta jersey ketiga berwarna merah.
Sebelum akhirnya resmi dilarang, publik sejatinya sudah sempat melihat penampakan jersey ini dalam beberapa laga uji coba internasional. Berikut adalah linimasa perjalanan jersi kontroversial tersebut hingga akhirnya dicekal oleh FIFA:
2 Juni 2026: Jersey ini pertama kali diperkenalkan dan digunakan secara resmi di lapangan hijau saat pertandingan persahabatan antara Haiti melawan Selandia Baru.
5 Juni 2026: Skuad Haiti terpantau masih mengenakan jersi berdesain revolusi tersebut dalam laga uji coba lanjutan kontra Peru.
7 Juni 2026: FIFA secara resmi melayangkan surat keberatan kepada Federasi Sepak Bola Haiti terkait elemen visual yang dinilai melanggar aturan Pasal 4.2.
9 Juni 2026: Merespons surat teguran dari FIFA, produsen apparel Saeta secara resmi mengumumkan perubahan total terhadap desain jersi tersebut. Pada hari yang sama, dalam foto sesi pemotretan resmi (official photo session) Piala Dunia yang dirilis FIFA, para pemain Haiti sudah terlihat mengenakan jersey baru tanpa gambar siluet revolusi.
14 Juni 2026: Haiti resmi menjalani laga perdana penyisihan grup Piala Dunia melawan Skotlandia di Boston dengan mengenakan desain jersi baru yang telah disetujui FIFA.
Meskipun kini resmi dicekal dan dilarang naik pentas oleh FIFA, ketiga versi jersi orisinal tersebut dilaporkan telah habis terjual (sold out) diburu kolektor di situs resmi Saeta.
Hingga saat ini, pihak produsen belum merilis sinyal akan memproduksi versi modifikasi terbaru untuk dilepas ke pasar publik.
Di sisi lain, toko cinderamata resmi milik FIFA terpantau hanya menjajakan dua artikel bertema Haiti, yakni topi jenis trucker dan syal.
Menariknya, kasus sensor terhadap simbol Revolusi Haiti ini bukan yang pertama kalinya mengguncang panggung olahraga internasional sepanjang tahun ini.
Sebelumnya, Komite Olimpiade Internasional (IOC) juga melayangkan teguran serupa dan meminta tim olahraga ski Haiti untuk merombak total desain pakaian resmi mereka menjelang perhelatan Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026.
Kostum rancangan desainer kenamaan Stella Jean yang menampilkan figur pahlawan revolusioner Haiti itu dinilai melanggar batas regulasi terkait desain seragam dan pembatasan ekspresi atlet dalam arena kompetisi dunia.