news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Vozinha, kiper Tanjung Verde.
Sumber :
  • Reuters/Jordan Godfree

Profil Vozinha, Kiper Tanjung Verde Berusia 40 Tahun yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026

Profil Vozinha, kiper 40 tahun Tanjung Verde yang tampil gemilang saat menahan Spanyol 0-0 di Piala Dunia 2026. Simak kisah haru hingga perjalanan kariernya.
Selasa, 16 Juni 2026 - 12:26 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Nama Vozinha mendadak menjadi sorotan dunia setelah tampil luar biasa saat membantu Tanjung Verde menahan imbang Spanyol pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026.

Menghadapi salah satu favorit juara turnamen, kiper veteran berusia 40 tahun itu tampil bak tembok kokoh yang sulit ditembus.

Berkat serangkaian penyelamatan gemilangnya, Tanjung Verde sukses mengamankan hasil imbang 0-0 yang dianggap sebagai salah satu kejutan terbesar pada fase awal Piala Dunia 2026.

Penampilan heroik tersebut langsung membuat banyak pecinta sepak bola penasaran dengan sosok di balik nama unik "Vozinha".

Siapa Sebenarnya Vozinha?

Meski dikenal luas dengan nama Vozinha, ternyata itu bukan nama aslinya.

Kiper yang kini memperkuat klub Chaves di kasta kedua Liga Portugal itu memiliki nama lengkap Josimar José Évora Dias.

Julukan Vozinha sudah melekat sejak masa kecilnya di Pulau Sao Vicente, Tanjung Verde.

Dalam wawancara dengan FIFA yang dikutip Olympics, ia mengungkapkan bahwa nama tersebut diberikan oleh kakek dan nenek yang membesarkannya sejak kecil.

"Julukan itu ada karena kakek dan nenek saya. Saya tidak pernah tinggal bersama orang tua. Saat saya lahir, ayah saya berada di militer dan ibu saya harus bekerja keras, jadi saya tumbuh besar bersama mereka," ungkap Vozinha dilansir Olympics.

Kisah tersebut menunjukkan betapa besar peran kakek dan neneknya dalam perjalanan hidup sang penjaga gawang.

Nama panggilan itu kemudian terus digunakan hingga dewasa dan akhirnya menjadi identitasnya di dunia sepak bola profesional.

Ada cerita menarik di balik keputusan Vozinha menggunakan nama julukannya di punggung jersey.

Saat memulai karier profesional bersama klub Angola, Progresso, ia ternyata bertemu pemain lain yang memiliki nama depan sama, yakni Josimar.

Situasi tersebut membuatnya harus memilih nama berbeda agar tidak terjadi kebingungan.

"Di Cape Verde tidak ada yang memanggil nama asli saya. Awalnya saya sempat kesal dengan julukan itu. Namun, saat tiba di Angola, ada kiper lain bernama Josimar. Saya menolak memakai nama 'Josimar II' di jersei. Karena semua orang di kampung halaman mengenal saya sebagai Vozinha, akhirnya saya pakai nama itu," ujarnya.

Keputusan tersebut ternyata menjadi salah satu identitas yang kini dikenal jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Laga melawan Spanyol menjadi panggung terbesar sepanjang karier Vozinha.

Menghadapi tim yang diperkuat sederet bintang Eropa seperti Rodri, Pedri, hingga Mikel Oyarzabal, ia tampil tanpa rasa takut.

Spanyol mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 74 persen dan melepaskan 27 tembakan sepanjang laga.

Namun, seluruh peluang berbahaya yang mengarah ke gawang berhasil dimentahkan oleh sang kiper veteran.

Menurut berbagai laporan statistik pertandingan, Vozinha mencatat tujuh penyelamatan penting yang membuat para pemain La Furia Roja frustrasi.

Berkat penampilan impresif tersebut, ia terpilih sebagai pemain terbaik atau man of the match.

Hasil imbang ini juga menjadi sejarah bagi Tanjung Verde yang untuk pertama kalinya tampil di putaran final Piala Dunia.

Di balik ekspresi bahagia setelah pertandingan, ternyata tersimpan kisah emosional yang menyentuh hati.

Usai laga, kamera sempat menyorot Vozinha yang terlihat menahan air mata saat dipeluk rekan-rekan setimnya.

Dalam wawancara dengan FOX Sports, ia mengaku momen tersebut merupakan puncak dari perjuangan panjang hidupnya.

"Saya bekerja sepanjang hidup untuk momen ini, untuk mimpi ini. Banyak generasi sebelumnya juga memimpikan hal yang sama, tetapi mereka tidak berhasil mencapainya," ujar Vozinha.

Ia senang, sekarang mimpinya menjadi kenyataan.

"Kami berada di sini karena bekerja sangat keras. Kami pantas berada di sini dan bermain melawan salah satu tim nasional terbaik di dunia," ungkapnya.

Selain rasa haru karena berhasil tampil di Piala Dunia, Vozinha juga mengaku sedih karena orang-orang terdekatnya tidak bisa menyaksikan langsung pertandingan bersejarah tersebut.

"Saya menangis setelah pertandingan karena saya dibesarkan oleh kakek-nenek saya ketika masih kecil, dan mereka tidak bisa hadir. Mereka meninggal beberapa tahun yang lalu," katanya.

"Ibu saya juga tidak bisa hadir karena masalah visa, dan uang yang harus kami bayarkan untuk itu. Kami tidak berhasil mengurusnya tepat waktu," tambahnya.

Kisah tersebut membuat banyak penggemar sepak bola di berbagai negara semakin bersimpati kepada sang penjaga gawang.

Pecahkan Rekor di Usia 40 Tahun

Penampilan gemilang Vozinha tidak hanya menghasilkan satu poin bersejarah bagi Tanjung Verde.

Menurut data Opta, ia menjadi pemain tertua yang menjalani debut di Piala Dunia setelah tampil pada usia 40 tahun.

Ia juga masuk daftar penjaga gawang tertua yang mampu mencatat clean sheet dalam pertandingan Piala Dunia.

Prestasi itu semakin spesial karena lawan yang dihadapi adalah Spanyol, tim yang berada di jajaran favorit juara dunia 2026.

Sebelum tampil di Piala Dunia, Vozinha telah mengoleksi lebih dari 90 penampilan internasional bersama Tanjung Verde dan menjadi salah satu pemain paling berpengalaman dalam sejarah negara tersebut.

Penampilan heroiknya melawan Spanyol ternyata berdampak besar di luar lapangan.

Dalam hitungan jam setelah pertandingan berakhir, akun Instagram miliknya langsung dibanjiri pengikut baru dari berbagai negara.

Jumlah pengikutnya yang sebelumnya hanya puluhan ribu melonjak menjadi jutaan.

Fenomena tersebut menunjukkan bagaimana sepak bola masih mampu melahirkan kisah-kisah inspiratif yang menyentuh hati publik dunia.

Dari seorang kiper yang bermain di kasta kedua Liga Portugal, Vozinha kini menjelma menjadi simbol perjuangan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026.

Dan jika ia mampu mempertahankan performa seperti saat menghadapi Spanyol, bukan tidak mungkin kisah luar biasa sang kiper veteran masih akan berlanjut di turnamen terbesar sepak bola dunia ini.

(tsy)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:10
05:03
05:54
03:52
01:01
03:23

Viral