news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ayyoub Bouaddi dari Maroko..
Sumber :
  • Reuters/Caean Couto

Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun yang Dijuluki Albert Einstein Modern

Ayyoub Bouaddi menentang klise sepak bola profesional dengan kemampuannya untuk unggul di dua bidang, yaitu keunggulan atletik dan kecerdasan akademis. Karena keserbagunaan yang langka ini, gelandang muda tim nasional atau timnas Maroko itu dijuluki "new Albert Einstein".
Selasa, 16 Juni 2026 - 13:27 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Di dunia di mana karier olahraga seringkali identik dengan komitmen total dan pengorbanan mutlak, perjalanan Ayyoub Bouaddi merupakan pengecualian yang patut diperhatikan.

Ia menentang klise sepak bola profesional dengan kemampuannya untuk unggul di dua bidang, yaitu keunggulan atletik dan kecerdasan akademis.

Karena keserbagunaan yang langka ini, gelandang muda tim nasional atau timnas Maroko itu dijuluki "new Albert Einstein".

Kisah hidupnya bukanlah kisah bakat mentah yang baru muncul, melainkan kisah perkembangan yang sistematis, dibentuk oleh harapan keluarga dan rasa ingin tahu intelektual yang tak pernah puas.

Mari kita telusuri perjalanan Ayyoub Bouaddi, si Albert Einstein muda, yang sedang mendefinisikan ulang konsep atlet modern.

Di tengah derasnya generasi wonderkid yang datang silih berganti, gelandang muda timnas Maroko itu muncul dengan sesuatu yang berbeda. Ketenangan yang tidak wajar dengan cara berpikir yang terasa lebih tua dari usianya.

Pada Piala Dunia 2026, saat Maroko menahan imbang Brasil 1-1, remaja 18 tahun yang mengatur ritme permainan seolah-olah dirinya sudah bermain di level ini selama bertahun-tahun.

Statistik Ayyoub Bouaddi cukup mengesankan. Total 91 persen akurasi umpan dan 60 passing sukses dibukukan.

Ia juga melakukan 86 kali sentuhan, masing-masing 6 kali recoveries dan kontribusi bertahan serta 9 kali menang duel di lapangan jadi bukti kelihaiannya.

Di lapangan itu, di antara nama-nama besar seperti Vinicius Junior, Rapinha, Lucas Paqueta hingga Casemiro, Ayyoub Bouaddi tidak tampak terseret atmosfer.

Mahasiswa jurusan matematika itu justru menjadi pusat kecil dari keteraturan. Ia justru mampu mengendalikan ritme permainan dengan ketenangan yang membuat banyak orang lupa, ia bahkan belum cukup umur untuk mengemudi di negara Eropa.

Lahir di Senlis, Prancis pada 2 Oktober 2007, Ayyoub Bouaddi memiliki garis keturunan Maroko dari kedua orangtuanya yang bermigrasi ke negeri Menara Eiffel tersebut.

Karier sepak bola Ayyoub Bouaddi dimulai saat dia gabung akademi AFC Creil sejak saat usianya baru 5 tahun sebelum dipinang tim muda LOSC Lille pada 2021.

Berturut-turut, sang gelandang naik ke tingkat yang lebih tinggi di Lille. Mulai dari U-17 hingga U-19 hanya dalam kurun waktu satu tahun saja.

Setelah memenangkan kompetisi untuk berbagai akademi di Prancis pada 2023, pemain berpostur 185 cm tersebut dipromosikan ke tim senior Lille.

Pada musim ini, Ayyoub Bouaddi sukses kumpulkan 42 laga dengan 1 assist. Ia berhasil mengantarkan Lille mentas di Liga Champions musim depan usai finis ketiga di Ligue 1.

Adapun di level internasional, Ayyoub Bouaddi cukup rutin menerima panggilan timnas Prancis, mulai dari U-16, U-17, U-18, U-20, dan U-21 dengan total 27 caps serta 4 gol.

Kendati demikian, dirinya memilih untuk membela negara asal kedua orangtuanya, Maroko, dan langsung debut di Piala Dunia 2026.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:10
05:03
05:54
03:52
01:01
03:23

Viral