- Reuters - Luciano Gonzalez / Anadolu
PSSI Korea Batasi Media Peliputan Piala Dunia Setelah Son Heung-min Kena Nyinyir Oknum Jurnalis
Jakarta, tvOnenews.com - Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) alias PSSI-nya Korea Selatan membatasi media peliputan Piala Dunia 2026 dari negara asalnya setelah Son Heung-min terkena nyinyiran dari jurnalis asal Korea Selatan.
Pembatasan itu dilakukan guna melindungi Son Heung-min dan Timnas Korea Selatan selama berlangsungnya Piala Dunia.
Kejadian ini bermula saat oknum jurnalis yang diduga dari salah satu media Korea kedapatan mengejek Son Heung-min. Jurnalis tersebut menggunakan kata tidak pantas hingga kasar dalam menilai Son Heung-min.
Umpatan tersebut ternyata bocor karena pada saat yang bersamaan media Korea Selatan, JTBC tengah melakukan peliputan langsung dari markas latihan Korea Selatan di Guadalajara, Meksiko.
KFA mengaku sangat menyayangkan peristiwa tersebut karena telah menimbulkan kekecewaan dan guncangan bagi para pemain yang sedang fokus mempersiapkan diri untuk tampil di panggung sepak bola terbesar dunia.
Dalam pernyataan resminya, KFA menegaskan bahwa para pemain menjalani persiapan dengan penuh tanggung jawab dan kebanggaan sebagai wakil negara.
"Kami menyampaikan penyesalan yang mendalam atas ucapan tidak pantas dari sebagian pihak yang berada di lokasi latihan. Para pemain yang tengah bekerja keras untuk mewakili negara di ajang Piala Dunia merasakan kekecewaan dan keterkejutan akibat insiden ini," tulis KFA dikutip dari laman FN News, Selasa (16/6/2026).
Federasi juga menegaskan bahwa kebebasan pers dan aktivitas peliputan tetap dihormati, namun seluruh pihak harus menjunjung tinggi rasa saling menghormati.
"Kami menghargai kebebasan peliputan dan peran media, tetapi lingkungan peliputan juga harus dibangun atas dasar saling menghormati dan kepercayaan. Yang paling penting adalah penghormatan dan perlindungan terhadap para pemain," lanjut pernyataan tersebut.
Kontroversi ini bermula dari video latihan Timnas Korea Selatan yang diunggah kanal YouTube JTBC pada 9 Juni lalu. Dalam video tersebut, terdengar suara seorang pria yang diduga mengejek kapten tim Son Heung-min saat menjalani latihan.
"Apakah dia berlari seperti komandan peleton? Dia berlari seperti sedang berada di militer," ucap pria tersebut.
Tak lama kemudian, terdengar pria lain mengeluarkan kata-kata kasar sambil merendahkan para pemain dengan mengaitkannya dengan wajib militer. Rekaman suara tersebut tersebar luas di media sosial dan memicu kemarahan publik Korea Selatan.
Karena suara percakapan terdengar cukup jelas, sebagian netizen sempat mencurigai bahwa komentar tersebut berasal dari kru peliput JTBC.
Namun, JTBC langsung memberikan klarifikasi dan membantah tuduhan tersebut.
"Ucapan yang terekam dalam video sama sekali bukan berasal dari reporter kami," tegas pihak JTBC.
Mereka menjelaskan bahwa karakteristik kamera ENG yang digunakan untuk peliputan membuat suara di sekitar lokasi terekam cukup jelas. Karena latihan dilakukan secara terbuka dan dihadiri banyak orang, berbagai suara dari pengunjung ikut masuk ke dalam rekaman.
JTBC juga mengakui bahwa mereka awalnya tidak menyadari keberadaan suara tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan ulang, pihak stasiun televisi segera membisukan bagian yang bermasalah, menghapus segmen terkait, dan mengunggah ulang video yang telah diedit.
KFA berharap kejadian serupa tidak terulang lagi selama Piala Dunia 2026 berlangsung. Federasi meminta seluruh media dan pihak yang berada di sekitar tim untuk menunjukkan sikap profesional dan memberikan perhatian penuh terhadap kenyamanan para pemain.
"Kami meminta seluruh media dan personel peliputan untuk menunjukkan tanggung jawab dan perhatian terhadap tim nasional agar situasi serupa tidak terulang. Kami akan terus berupaya menciptakan lingkungan peliputan yang sehat," tutup KFA.