news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kolase foto Coach Justin - Ronaldo.
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Justalk Media - REUTERS/Rodrigo Antunes TPX IMAGES OF THE DAY

Coach Justin Menertawakan Ronaldo dan Bandingkan dengan Messi

Langkah awal Timnas Portugal di panggung Piala Dunia 2026 gagal berjalan mulus. Pundit sepak bola kenamaan Coach Justin menertawakan Cristiano Ronaldo bintang -
Jumat, 19 Juni 2026 - 18:25 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Langkah awal Timnas Portugal di panggung Piala Dunia 2026 gagal berjalan mulus. Pundit sepak bola kenamaan Coach Justin menertawakan sang bintang Portugal Cristiano Ronaldo.

Skuad berjuluk Selecao das Quinas tersebut dipaksa gigit jari setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 saat meladeni perlawanan sengit Republik Demokratik Kongo pada laga perdana Grup K.

Di balik kegagalan Portugal mengunci poin penuh, nama sang kapten Cristiano Ronaldo, mendadak menjadi sasaran empuk kritik tajam publik.

Kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo
Sumber :
  • Reuters/Troy Taormina TPX IMAGES OF THE DAY

Penyerang gaek berusia 41 tahun itu gagal menunjukkan taringnya sebagai mesin gol mematikan, dan justru membukukan empat catatan statistik negatif yang sangat memprihatinkan sepanjang 90 menit laga:

1. Paceklik Gol Memanjang Jadi 10 Laga Beruntun: Duel kontra Kongo memperpanjang rekor kelam CR7 yang gagal mencetak gol dalam sepuluh pertandingan berturut-turut bersama Portugal. Ini menjadi salah satu periode paceklik gol paling gersang sepanjang karier internasional sang megabintang.

2. Hanya Menyentuh Bola 25 Kali: Ronaldo terlihat sangat terisolasi di lini depan dan kesulitan mencari ruang. Sepanjang pertandingan, ia tercatat hanya menyentuh bola sebanyak 25 kali, angka yang sangat minim untuk seorang ujung tombak utama.

Kapten Timnas Portugal, Crsitiano Ronaldo
Sumber :
  • REUTERS/Rodrigo Antunes TPX IMAGES OF THE DAY

3. Gagal Lepaskan Tembakan Tepat Sasaran (Zero Shots on Target): Rapor paling jeblok terlihat dari efektivitas peluang, di mana peraih lima gelar Ballon d'Or ini sama sekali tidak mampu menghasilkan satu pun tendangan yang mengarah ke gawang Kongo.

4. Piala Dunia Keenam Berubah Jadi Mimpi Buruk: Alih-alih merayakan rekor bersejarah sebagai salah satu pemain yang tampil di enam edisi Piala Dunia berbeda dengan manis, laga ini justru menjadi pil pahit yang menempatkan Portugal dalam posisi penuh tekanan.

Coach Justin Bandingkan dengan Messi dan Sebut Ronaldo Sudah Habis

Menanggapi performa jeblok mantan bintang Real Madrid tersebut, pengamat sepak bola kenamaan tanah air, Coach Justin, melayangkan kritik yang sangat menohok.

Melalui kanal YouTube Justalk Media, mantan pelatih Timnas Futsal Indonesia itu secara blak-blakan membandingkan performa Ronaldo dengan rival abadinya, Lionel Messi, yang langsung mengamuk lewat torehan hattrick di laga perdana.

"Akhirnya Messi bermain lagi dan menang 3-0, dia cetak hattrick luar biasa. Tapi gua udah bilang, Argentina ini pemain-pemainnya benar-benar bermain untuk Messi. Jadi gua enggak kaget kalau Messi enggak ngoyo-ngoyo banget tapi bisa cetak tiga gol," ujar Coach Justin.

Coach Justin
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Coach Justin

Menurut Coach Justin, ekspektasi publik terhadap Portugal telanjur melambung tinggi setelah Erling Haaland dan Kylian Mbappe sama-sama mengemas dua gol, ditambah pembuktian tiga gol dari Messi.

Hal itu dinilai memicu ego Ronaldo yang memiliki ambisi buta untuk membuktikan diri bahwa kualitasnya tidak berada di bawah Messi.

"Ronaldo ini punya niat untuk menjadi yang terbaik, cetak gol ini-itu, pokoknya enggak mau kalah sama Messi. Sehingga ya ini ajangnya dia untuk mencari apresiasi dari penonton bahwa dia tidak di bawah Messi. Tapi, Portugal ini hebat kalau bermain tanpa Cristiano Ronaldo!" semprot Coach Justin tajam.

Lebih lanjut, Coach Justin mengaku heran mengapa media-media internasional dan jajaran kepelatihan Portugal tidak ada yang berani menyuarakan fakta bahwa performa fisik Ronaldo sebenarnya sudah benar-benar habis di level tertinggi.

Padahal, Portugal saat ini dihuni oleh generasi emas bertabur bintang seperti Nuno Mendes, Tiago Djaló, Ronald Araujo, Joao Cancelo, Bruno Fernandes, Vitinha, Joao Neves, Pedro Neto, hingga Bernardo Silva.

"Di babak pertama itu (statistik Ronaldo) nol shots, nol effort, nol tackle, nol assist, semua nol. Tapi kenapa Ronaldo tetap dimainkan? Kalau gua bilang simpel, karena Roberto Martinez pelatihnya takut. Takut dipecat! Kejadian dengan pelatih sebelumnya kan waktu di Piala Eropa enggak mainin Ronaldo, akhirnya dipecat," cetusnya.

Coach Justin juga menyindir jalannya pertandingan di mana Kongo sukses menerapkan strategi bertahan total alias "parkir bus".

Meski Portugal mendominasi penguasaan bola hingga 75 persen berbanding 25 persen, statistik nilai harapan gol (expected goals/xG) justru berpihak kepada Kongo, yakni 0,87 xG berbanding 0,65 xG milik Portugal.

Kongo bahkan unggul dalam total tembakan (8 berbanding 7) dan menciptakan satu peluang emas (big chance), sementara Portugal nihil.

"Ini raksasa lawan semut di atas kertas, tapi realitanya enggak begitu. Kalau lu tim kuat, lu hebat, lu harusnya bisa mengalahkan tim yang bertahan. Ternyata enggak. Portugal so far itu cuman bagus di atas kertas. Kasihan gua lama-lama melihat si Dodo (Ronaldo) ini bermain seperti ini, malah mempersulit teman-temannya sendiri di lapangan," pungkas Coach Justin.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
05:02
16:09
01:12
01:57
03:26

Viral