- Reuters/Troy Taormina TPX IMAGES OF THE DAY - Tangkapan layar
Ronaldo Kena Semprot Coach Justin Usai Portugal Ditahan Kongo
Menurut Coach Justin, ekspektasi publik terhadap Portugal telanjur melambung tinggi setelah Erling Haaland dan Kylian Mbappe sama-sama mengemas dua gol, ditambah pembuktian tiga gol dari Messi.
Hal itu dinilai memicu ego Ronaldo yang memiliki ambisi buta untuk membuktikan diri bahwa kualitasnya tidak berada di bawah Messi.
"Ronaldo ini punya niat untuk menjadi yang terbaik, cetak gol ini-itu, pokoknya enggak mau kalah sama Messi. Sehingga ya ini ajangnya dia untuk mencari apresiasi dari penonton bahwa dia tidak di bawah Messi. Tapi, Portugal ini hebat kalau bermain tanpa Cristiano Ronaldo!" semprot Coach Justin tajam.
Lebih lanjut, Coach Justin mengaku heran mengapa media-media internasional dan jajaran kepelatihan Portugal tidak ada yang berani menyuarakan fakta bahwa performa fisik Ronaldo sebenarnya sudah benar-benar habis di level tertinggi.
- RONALDO SCHEMIDT / AFP
Padahal, Portugal saat ini dihuni oleh generasi emas bertabur bintang seperti Nuno Mendes, Tiago Djaló, Ronald Araujo, Joao Cancelo, Bruno Fernandes, Vitinha, Joao Neves, Pedro Neto, hingga Bernardo Silva.
- REUTERS/Phil Noble
"Atas dasar apa dia tetap main? Di babak pertama itu (statistik Ronaldo) nol shots, nol effort, nol tackle, nol assist, semua nol. Tapi kenapa Ronaldo tetap dimainkan? Kalau gua bilang simpel, karena Roberto Martinez pelatihnya takut. Takut dipecat! Kejadian dengan pelatih sebelumnya kan waktu di Piala Eropa enggak mainin Ronaldo, akhirnya dipecat," cetusnya.
Coach Justin juga menyindir jalannya pertandingan di mana Kongo sukses menerapkan strategi bertahan total alias "parkir bus".
Meski Portugal mendominasi penguasaan bola hingga 75 persen berbanding 25 persen, statistik nilai harapan gol (expected goals/xG) justru berpihak kepada Kongo, yakni 0,87 xG berbanding 0,65 xG milik Portugal.
Kongo bahkan unggul dalam total tembakan (8 berbanding 7) dan menciptakan satu peluang emas (big chance), sementara Portugal nihil.
"Ini raksasa lawan semut di atas kertas, tapi realitanya enggak begitu. Kalau lu tim kuat, lu hebat, lu harusnya bisa mengalahkan tim yang bertahan. Ternyata enggak. Portugal so far itu cuman bagus di atas kertas. Kasihan gua lama-lama melihat si Dodo (Ronaldo) ini bermain seperti ini, malah mempersulit teman-temannya sendiri di lapangan," pungkas Coach Justin menyayangkan kondisi tersebut.