news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemain Paris Saint-Germain (PSG), Achraf Hakimi.
Sumber :
  • REUTERS/Hannah Mckay TPX IMAGES OF THE DAY

Maroko Dapat Kabar Buruk di Piala Dunia 2026, Achraf Hakimi Terancam Absen Gara-gara Kasus Dugaan Pemerkosaan

Maroko dapat kabar buruk di Piala Dunia 2026 setelah Achraf Hakimi terancam absen di babak 32 besar akibat kasus hukum. Begini situasi sang kapten Atlas Lions.
Minggu, 21 Juni 2026 - 12:47 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Timnas Maroko sedang berada di jalur yang tepat untuk melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Namun di tengah peluang besar itu, Atlas Lions justru dibayangi persoalan serius yang melibatkan sang kapten, Achraf Hakimi.

Bukan karena cedera atau akumulasi kartu, melainkan masalah hukum yang bisa berdampak langsung pada ketersediaannya jika Maroko lolos ke fase gugur.

Situasi ini membuat Maroko berada dalam posisi serba cemas. Di satu sisi, mereka tengah memburu tiket ke fase knockout usai mengoleksi empat poin dari dua pertandingan di Grup C. 

Namun di sisi lain, ada ancaman bahwa salah satu pemain terpenting mereka berpotensi tak bisa ikut tampil di laga berikutnya jika pertandingan digelar di Meksiko.

Isu ini mencuat setelah Pengadilan Banding Versailles, Prancis, menolak upaya banding Hakimi dan memastikan bek kanan Paris Saint-Germain itu harus menghadapi persidangan atas dugaan pemerkosaan.

Pemain PSG, Achraf Hakimi
Sumber :
  • PSG

Reuters melaporkan keputusan itu diumumkan pada 19 Juni 2026, dengan pengadilan menyatakan terdapat cukup bukti untuk membawa kasus ini ke meja hijau.

Hingga kini, jadwal sidang belum diumumkan dan Hakimi tetap membantah tuduhan tersebut.

Maroko Berpeluang Besar Lolos, tapi Masalah Baru Menanti

Secara matematis, peluang Maroko lolos ke babak 32 besar memang terbuka sangat lebar. Atlas Lions kini berada di posisi kedua Grup C dengan empat poin, hanya kalah selisih gol dari Brasil di puncak klasemen.

Laga terakhir fase grup juga terbilang menguntungkan karena mereka akan menghadapi Haiti, tim yang di atas kertas menjadi lawan paling lemah di grup.

Jika Maroko menuntaskan tugasnya dan lolos sebagai runner-up, mereka berpotensi memainkan laga babak 32 besar di Estadio BBVA, Guadalupe, Meksiko, pada 29 Juni.

Nah, di sinilah persoalan Hakimi menjadi rumit. Beberapa laporan media Eropa menyebut status hukumnya berpotensi memengaruhi izin masuk ke Meksiko, terutama karena negara tersebut dikenal memiliki aturan ketat terkait warga asing yang sedang menghadapi proses hukum serius di negara lain.

Kabar ini juga diangkat oleh TalkSPORT dan Tribuna setelah keputusan pengadilan Prancis keluar.

Sampai sekarang, belum ada keputusan resmi dari FIFA, federasi sepak bola Maroko, maupun otoritas Meksiko terkait kemungkinan Hakimi ditolak masuk.

Namun, ketidakpastian itulah yang membuat situasi Maroko jadi tidak nyaman.

Sebab, jika skenario terburuk terjadi, mereka bisa kehilangan kapten sekaligus pemain paling berpengaruh tepat saat memasuki fase knockout.

Yang membuat situasi ini semakin sensitif adalah peran Hakimi di dalam tim saat ini sangat besar.

Bek kanan berusia 27 tahun itu bukan sekadar kapten, tetapi juga salah satu motor permainan Maroko, baik saat bertahan maupun menyerang.

Ia baru saja memimpin Maroko meraih kemenangan krusial 1-0 atas Skotlandia dalam laga kedua Grup C.

Menariknya, kemenangan itu datang hanya beberapa jam setelah putusan pengadilan di Prancis diumumkan ke publik.

Artinya, Hakimi turun ke lapangan di tengah tekanan luar biasa, sorotan media, hingga cemoohan dari sebagian penonton.

Namun pelatih Maroko Mohamed Ouahbi memastikan kondisi mental anak asuhnya tetap stabil.

"Apakah Anda melihat pertandingannya? Hakimi tampil luar biasa. Kami semua sangat tenang, dia pun sangat rileks, dan saya rasa dia bermain dengan sangat baik," ujar Ouahbi dalam konferensi pers usai pertandingan, seperti dikutip ESPN.

Ia lalu menambahkan, "Dia melakukan tugasnya dengan baik, jadi mengapa kita harus repot bicara soal manajemen mental? Dia bangun pagi, makan seperti biasa, sangat fokus, dan ingin bermain kuat. Itulah yang dia tunjukkan."

Pernyataan Ouahbi itu menegaskan bahwa, setidaknya di dalam lingkungan tim, Hakimi masih mendapat dukungan penuh.

Bahkan sang pelatih tak ragu menyebut seluruh elemen skuad berdiri di belakang sang kapten. 

Dalam situasi seperti ini, dukungan internal memang penting, apalagi Maroko sedang berada di fase krusial turnamen.

Awal Kasus yang Kini Menghantui Maroko

Kasus yang menjerat Hakimi bermula pada Maret 2023, ketika seorang perempuan berusia 24 tahun melaporkan dugaan pemerkosaan yang disebut terjadi di kediaman Hakimi di pinggiran Paris.

Hakimi sejak awal membantah keras tuduhan tersebut. Ia bahkan sempat mengajukan banding untuk membatalkan keputusan hakim investigasi yang mengarah pada persidangan, tetapi upaya itu kandas di pengadilan banding.

Menurut Associated Press dan Reuters, pengadilan Prancis menilai penyelidikan yang dilakukan sejak 2023 telah menghasilkan cukup bukti untuk membawa kasus ini ke persidangan pidana.

Di sisi lain, kubu Hakimi bersikeras bahwa tuduhan itu tidak benar dan sang pemain siap membela diri di pengadilan.

Hakimi sendiri sempat mencurahkan isi hatinya lewat media sosial setelah keputusan pengadilan keluar.

Ia merasa kasus ini terus berjalan karena statusnya sebagai figur publik.

Dalam unggahan yang dikutip sejumlah media internasional, Hakimi menulis bahwa jika dirinya bukan orang terkenal, perkara ini mungkin tidak akan sampai sejauh ini.

Ia juga menyebut kasus tersebut telah merugikan nama baik, keluarga, dan kehidupannya.

Reuters melaporkan Hakimi menyatakan siap menghadapi persidangan untuk menyampaikan versinya secara langsung di hadapan pengadilan.

Jika Hakimi benar-benar tidak bisa tampil di Meksiko, kerugian Maroko tentu tidak kecil. 

Sebab, mereka bukan hanya kehilangan bek kanan utama, tetapi juga figur pemimpin yang sangat penting dalam sistem permainan Atlas Lions. 

Dalam beberapa tahun terakhir, Hakimi menjadi salah satu simbol kebangkitan Maroko di level dunia—mulai dari kiprah di Piala Dunia 2022 hingga performa konsisten bersama PSG.

Posisi bek sayap modern seperti Hakimi juga tidak mudah digantikan.

Ia bukan tipe pemain yang hanya bertugas mengawal sisi kanan pertahanan, tetapi juga menjadi sumber progresi bola, transisi cepat, hingga kreasi peluang. 

Kehilangannya di fase gugur akan mengubah keseimbangan permainan Maroko secara signifikan.

Itulah sebabnya kabar ini menjadi perhatian besar di tengah momentum bagus Maroko di Piala Dunia 2026.

Secara performa, mereka sedang berada di jalur yang menjanjikan. Namun secara non-teknis, ada ancaman yang bisa mengganggu konsentrasi tim sewaktu-waktu.

Dalam beberapa hari ke depan, fokus Maroko tentu tertuju pada duel melawan Haiti. 

Kemenangan akan sangat penting untuk mengamankan tiket ke babak 32 besar, bahkan membuka peluang finis lebih baik di Grup C. 

Tetapi di saat bersamaan, mereka juga menunggu kejelasan soal nasib Hakimi jika harus bermain di Meksiko.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi apakah otoritas Meksiko benar-benar akan menolak kehadiran Hakimi, atau apakah FIFA dan Federasi Sepak Bola Maroko bisa mengupayakan dispensasi.

Selama belum ada keputusan, status kapten Maroko itu akan terus menjadi tanda tanya besar.

Bagi Maroko, inilah situasi yang paling tidak ideal: sedang melaju bagus di lapangan, tetapi dibayangi ancaman kehilangan pemain kunci karena urusan di luar sepak bola.

Jika Atlas Lions benar-benar lolos ke babak 32 besar, drama Achraf Hakimi bisa berubah menjadi ujian terbesar mereka di Piala Dunia 2026.

(tsy)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
05:02
16:09
01:12
01:57
03:26

Viral