- REUTERS/Annegret Hilse
Pernah Dipermalukan Timnas Indonesia Dua Kali, Curacao Kini Cetak Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
Mereka dilatih oleh Dick Advocaat, sosok kawakan asal Belanda yang mencatat rekor sebagai pelatih tertua dalam sejarah Piala Dunia.
Kehadiran Advocaat memberi warna tersendiri bagi perjalanan Curacao, terutama karena ia mampu membawa tim kecil ini tampil jauh lebih terorganisasi dan berani bersaing.
Transformasi Curacao di bawah Dick Advocaat jelas menjadi salah satu cerita menarik di Piala Dunia 2026.
Dengan populasi yang sangat kecil dibanding banyak negara peserta lain, Curacao tetap mampu membangun tim yang kompetitif.
Mereka tidak selalu unggul dalam kualitas individu, tetapi punya semangat kolektif, kedisiplinan, dan keberanian untuk melawan tim yang di atas kertas lebih kuat.
Bagi publik Indonesia, pencapaian Curacao ini tentu menghadirkan perasaan campur aduk.
Pasalnya, tim yang kini sedang mencuri perhatian di Piala Dunia itu pernah dua kali dipermalukan Timnas Indonesia pada FIFA Matchday September 2022.
Kala itu, skuad Garuda asuhan Shin Tae-yong sukses mengalahkan Curacao 3-2 di Bandung dan 2-1 di Bogor.
Dua kemenangan itu sempat menjadi salah satu momen penting kebangkitan Timnas Indonesia karena diraih atas lawan yang saat itu punya ranking FIFA lebih tinggi.
Namun, empat tahun berselang, Curacao menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan.
Dari tim yang tumbang dua kali di tangan Indonesia, mereka kini berhasil menorehkan sejarah di Piala Dunia.
Perubahan itulah yang membuat hasil imbang kontra Ekuador terasa begitu besar. Curacao bukan hanya mencuri satu poin, melainkan juga mengirim pesan bahwa mereka terus berkembang.
Pengalaman tampil di kualifikasi, sentuhan pelatih berpengalaman, dan keberanian memainkan sepak bola yang disiplin perlahan mengubah wajah tim ini.
Hasil seri melawan Ekuador juga membuat peta persaingan Grup E semakin panas.
Jerman dipastikan lolos sebagai juara grup setelah mengoleksi dua kemenangan, sementara satu tiket tersisa ke babak 32 besar masih diperebutkan oleh Curacao, Ekuador, dan Pantai Gading.
Situasi ini membuat laga terakhir grup bakal berjalan sangat menegangkan.
Curacao dijadwalkan menghadapi Pantai Gading dalam partai penentuan.
Jika mampu menang, mereka berpeluang besar mencetak sejarah yang lebih besar lagi dengan lolos ke fase gugur.