- AFC
Bek Irak Kena Mental di Piala Dunia, Jalani Sesi Psikologis Usai Merasa Bersalah Jadi Biang Kerok Kekalahan Atas Norwegia
Jakarta, tvOnenews.com - Irak menjadi salah satu tim yang kesulitan bersaing di Piala Dunia 2026. Terjebak di grup neraka, Irak kalah telak dari dua unggulan Piala Dunia, Prancis dan Norwegia.
Bahkan bek andalan Irak, Zaid Tahseen dikabarkan mengalami tekanan mental bahkan harus menjalani sesi psikologis khusus usai kekalahan telak 0-3 dari Norwegia.
Pemain berusia 25 tahun itu menjadi sorotan setelah melakukan kesalahan yang berujung gol kedua Prancis. Umpan yang ia lepaskan kepada kiper Ahmed Basil tidak akurat dan terlalu keras, sehingga berhasil dimanfaatkan Ousmane Dembele sebelum bola diteruskan kepada Kylian Mbappe untuk menggetarkan gawang Irak.
Menurut laporan WinWin, insiden tersebut membuat Tahseen terpukul. Bahkan, sang pemain disebut tak mampu menahan tangisnya setelah ditarik keluar oleh pelatih Graham Arnold tak lama setelah gol tercipta.
"Zaid Tahseen menangis dan mengalami kondisi psikologis yang sangat buruk setelah dirinya menjadi penyebab gol kedua Prancis. Graham Arnold kemudian menggantinya dengan Rebin Sulaka demi menjaga konsentrasi tim," tulis sumber yang dikutip WinWin, Selasa (23/6/2026).
Setelah meninggalkan lapangan, Tahseen sempat ingin meninggalkan bangku cadangan. Namun, Graham Arnold memintanya tetap bersama tim hingga pertandingan berakhir.
Usai laga, Tahseen langsung meminta maaf kepada seluruh rekan setimnya. Bek tersebut merasa dirinya menjadi penyebab utama kekalahan Irak dari Les Bleus.
Beruntung, dukungan besar datang dari para pemain senior. Kapten tim Aymen Hussein bersama penjaga gawang Jalal Hassan mencoba menenangkan Tahseen.
"Keduanya mengatakan bahwa kesalahan adalah bagian dari sepak bola dan hal seperti itu bisa terjadi kepada siapa saja," ungkap sumber tersebut.
Tahseen juga secara langsung meminta maaf kepada Graham Arnold. Pelatih asal Australia itu menerima permintaan maaf sang pemain dan menegaskan bahwa Tahseen tetap menjadi salah satu sosok terpenting di skuad Irak.
"Dia adalah salah satu pemain terpenting di tim dan tidak bisa digantikan karena merupakan pilar utama dalam rencana permainan tim nasional," ujar sumber mengenai pesan Arnold kepada Tahseen.
Saat ini, Tahseen menjalani serangkaian sesi motivasi dan pendampingan psikologis bersama staf pelatih Irak guna memulihkan kondisi mentalnya menjelang laga penentuan melawan Senegal.