- REUTERS/Mike Segar
Piala Dunia 2026: Reaksi Mengejutkan Kapten Jerman Usai Dipermalukan Ekuador 2-1, Akui Die Mannschaft Memang Layak Kalah
Jakarta, tvOnenews.com - Kapten Timnas Jerman, Joshua Kimmich, menunjukkan sikap sportif usai timnya tumbang 1-2 dari Ekuador pada laga terakhir Grup E Piala Dunia 2026, Jumat (26/06/2026). Menurutnya, Die Mannschaft memang pantas menelan kekalahan setelah gagal mempertahankan permainan terbaiknya.
Jerman sebenarnya mengawali pertandingan dengan sangat meyakinkan. Leroy Sane membawa Die Mannschaft unggul cepat saat laga baru berjalan dua menit.
Namun, keunggulan itu tidak mampu dipertahankan. Ekuador perlahan mengambil alih jalannya pertandingan dan tampil semakin percaya diri.
Nilson Angulo sukses menyamakan kedudukan pada menit kesembilan. Gonzalo Plata kemudian memastikan kemenangan Ekuador lewat gol pada menit ke-77.
Kimmich mengakui timnya kehilangan kendali setelah unggul lebih dulu. Ia menilai kesalahan sendiri membuat Ekuador semakin leluasa mengembangkan permainan.
"Kami memulai pertandingan dengan baik, tetapi kemudian terlalu mudah kehilangan bola dan terus mengundang mereka menyerang," ujar Kimmich, dikutip dari ARD.
Kapten Jerman itu juga tidak mencari alasan atas hasil buruk tersebut. Menurutnya, performa tim pada babak kedua memang tidak layak untuk meraih kemenangan.
"Kami membuat segalanya menjadi mudah bagi mereka dan membiarkan mereka berkembang dalam pertandingan. Di babak kedua, kekalahan ini memang pantas kami terima," lanjut Kimmich.
Meski menelan kekalahan, Jerman tetap mengamankan tiket ke babak 32 besar. Die Mannschaft lolos sebagai juara Grup E dengan koleksi enam poin berkat keunggulan selisih gol atas Pantai Gading.
Penyerang Jerman, Denis Undav, juga mengakui keunggulan lawannya. Ia menilai Ekuador tampil lebih agresif dan efektif sepanjang pertandingan.
"Ekuador bermain lebih agresif dan lebih tajam dibanding kami. Itu sesuatu yang harus kami pelajari dan kami ambil pelajaran yang tepat," kata Undav.
Ia menambahkan Jerman gagal memainkan sepak bola yang menjadi ciri khas mereka. Minimnya peluang yang diciptakan menjadi salah satu penyebab Die Mannschaft kesulitan membalikkan keadaan.
"Kami tidak cukup bermain langsung dan tidak mampu menciptakan banyak peluang," ujar Undav.
Kekalahan dari Ekuador menjadi peringatan penting bagi Jerman menjelang fase gugur. Meski status juara grup tetap diamankan, Die Mannschaft dituntut segera memperbaiki performa jika ingin melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.