- REUTERS/Carlos Barria
Walau jadi Tim Paling Tertindas di Piala Dunia 2026, Iran Belum Pernah Terkalahkan
Dengan raihan 3 poin di peringkat ketiga, nasib Iran kini bergantung pada laga yang digelar esok hari. Agar bisa lolos, Iran membutuhkan Kroasia mengalahkan Ghana di Grup E, Austria menumbangkan Aljazair di Grup J, serta berharap RD Kongo terjungkal saat menghadapi Uzbekistan.
Jika tim-tim kompetitor tersebut memetik kemenangan, perolehan poin mereka (4 poin) dipastikan akan langsung mendepak posisi Iran dari klasemen peringkat ketiga terbaik.
Di luar urusan taktik lapangan, skuad Iran di bawah asuhan pelatih Amir Ghalenoei sejatinya harus menjalani turnamen ini dengan beban mental dan logistik yang luar biasa berat akibat tensi politik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.
- REUTERS/Daniel Cole
Tidak seperti kontestan lain yang mendapatkan fasilitas training camp mewah di AS, skuad Iran dilarang menetap di Negeri Paman Sam.
Mereka terpaksa menjadikan Kota Tijuana di Meksiko sebagai markas utama. Setiap kali jadwal bertanding di wilayah AS tiba, rombongan tim harus menyeberangi perbatasan internasional, dan diwajibkan angkat kaki kembali ke Meksiko sesaat setelah laga rampung.
"Mungkin tim kami adalah yang paling tertindas di Piala Dunia ini. Mereka bahkan tidak memberi kami waktu untuk sekadar memulihkan kondisi fisik. Setelah laga usai, mereka langsung mengusir kami, 'Kalian harus segera pergi.' Padahal masa recovery sangat krusial bagi atlet," keluh Amir Ghalenoei dengan nada masygul.
Penderitaan kian lengkap setelah belasan staf teknis dan manajemen, termasuk supervisor tim Mahdi Mohammad Nabi, gagal berangkat ke Piala Dunia karena permohonan visa mereka ditolak oleh otoritas Amerika Serikat.
Kapten sekaligus penyerang andalan Iran yang bermain di Serie A Italia, Mehdi Taremi, tidak menampik jika drama perjalanan lintas negara ini sangat menguras energi timnya.
Proses interogasi imigrasi dan pemeriksaan ketat di perbatasan mengubah perjalanan singkat Tijuana-Los Angeles menjadi 5 jam yang melelahkan.
"Semuanya terasa seperti bencana bagi kami. Namun di atas semua keterbatasan dan tekanan ini, tujuan dan harapan terbesar kami di sini tetap sama, yaitu mengejar perdamaian dan memberikan kebahagiaan bagi rakyat di negara kami melalui sepak bola," pungkas Taremi tegar.