- REUTERS/Marco Bello
Pahlawan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 Ini Malah Jadi Pengangguran Usai Bawa Tubaroes Azuis Lolos 32 Besar
Jakarta, tvOnenews.com - Di tengah gemerlap panggung Piala Dunia 2026, kisah unik datang dari Timnas Tanjung Verde. Salah satu pahlawan yang membawa negara kecil itu mencetak sejarah justru berstatus tanpa klub.
Sosok tersebut adalah kiper veteran Tanjung Verde, Vozinha. Penjaga gawang berusia 40 tahun itu tampil luar biasa sepanjang turnamen dan menjadi salah satu alasan utama Tubarões Azuis mampu melangkah ke babak 32 besar.
Pencapaian tersebut terasa semakin istimewa karena Tanjung Verde berstatus debutan di putaran final Piala Dunia. Negara kepulauan yang hanya memiliki sekitar 500 ribu penduduk itu sukses mencuri perhatian dunia lewat permainan disiplin dan penuh semangat.
Tanjung Verde berhasil lolos ke fase gugur setelah finis sebagai runner-up Grup H. Hasil tersebut menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola negara itu sejak pertama kali tampil di putaran final Piala Dunia.
Di balik kesuksesan tersebut, peran Vozinha begitu krusial. Kiper senior itu berkali-kali menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus para penyerang lawan.
Menariknya, saat sedang menikmati salah satu momen terbaik dalam kariernya, Vozinha justru belum memiliki klub. Kontraknya bersama klub Portugal, Deportivo Chaves, telah berakhir sebelum turnamen dimulai.
Situasi itu membuatnya kini berstatus bebas transfer. Meski demikian, kondisi tersebut tidak memengaruhi fokus maupun performanya bersama tim nasional.
"Saya mengakhiri kontrak dengan klub sebelumnya, Deportivo Chaves, dan saat ini saya belum memiliki apa pun," ujar Vozinha dalam wawancara dengan jurnalis Brasil, Daniel Braune.
Meski belum menentukan langkah berikutnya, sang kiper mengaku tetap tenang menatap masa depan. Ia memilih membuka diri terhadap berbagai peluang yang mungkin datang setelah Piala Dunia berakhir.
"Saya terbuka untuk semuanya. Kita lihat saja nanti apa yang akan datang," kata Vozinha.
Sepanjang fase grup, Vozinha menjadi salah satu pemain paling menonjol di skuad Tanjung Verde. Pengalaman panjangnya terbukti sangat membantu tim menghadapi lawan-lawan dengan kualitas yang jauh lebih tinggi.
Penampilan terbaiknya hadir saat menghadapi Spanyol pada laga pembuka Grup H. Ketika banyak pihak memprediksi Tanjung Verde akan kesulitan, Vozinha justru tampil gemilang dan membantu timnya menahan imbang juara dunia tersebut dengan skor 0-0.
Dalam pertandingan itu, ia menggagalkan sejumlah peluang emas para pemain Spanyol. Penyelamatan pentingnya terhadap tembakan Lamine Yamal dan Nico Williams membuat namanya langsung menjadi sorotan media internasional.
Aksi impresif tersebut berlanjut saat Tanjung Verde kembali bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi. Dua clean sheet beruntun menjadi fondasi penting yang mengantarkan mereka melaju ke babak gugur.
Keberhasilan Tanjung Verde tentu tidak hanya bergantung pada sosok Vozinha. Lini pertahanan mereka juga tampil solid dan disiplin sepanjang fase grup.
Salah satu nama yang turut mencuri perhatian adalah Roberto Pico Lopes. Bek yang kini memperkuat klub Irlandia, Shamrock Rovers, itu memiliki perjalanan karier yang tak kalah menarik.
Sebelum menjadi pesepak bola profesional penuh waktu, Lopes diketahui bekerja sebagai penasihat kredit perumahan. Ia bahkan mendapat panggilan membela tim nasional melalui platform LinkedIn sebelum menjalani debut internasional pada 2019.
Kini, perjalanan bersejarah Tanjung Verde akan memasuki tantangan yang jauh lebih berat. Mereka dijadwalkan menghadapi juara bertahan Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
(sub)