- Reuters/Gary Vasquez
Piala Dunia 2026: Reaksi Kecewa Kapten Austria Usai Dihancurkan Spanyol 3-0 di 32 Besar, Akui Timnya Kalah Kualitas
Jakarta, tvOnenews.com – Perjalanan Austria di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat setelah dihentikan Spanyol. Sang kapten, David Alaba, pun mengakui La Furia Roja memang tampil di level yang berbeda.
Austria menyerah dengan skor telak 0-3 pada laga babak 32 besar yang berlangsung di Stadion Los Angeles, Jumat (03/06/2026) dini hari WIB. Kekalahan itu sekaligus mengubur harapan mereka untuk melangkah ke fase berikutnya.
Spanyol tampil sangat dominan sejak menit-menit awal pertandingan. Tim asuhan Luis de la Fuente mampu mengendalikan jalannya laga melalui penguasaan bola yang nyaris tanpa henti.
Mikel Oyarzabal menjadi bintang kemenangan La Furia Roja lewat dua gol yang dicetaknya. Satu gol lainnya lahir melalui sundulan Pedro Porro yang semakin memastikan keunggulan tim Matador.
Hasil tersebut mengantarkan Spanyol melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Sementara itu, Austria harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen empat tahunan tersebut.
Usai pertandingan, David Alaba tidak menutupi rasa kecewanya. Bek senior Real Madrid itu mengakui kualitas para pemain Spanyol membuat Austria kesulitan sejak awal laga.
"Mereka terlalu kuat apalagi saat menguasai bola. Mereka begitu sering menguasainya dan setelah 90 menit, sangat sulit bila Anda hanya terus berlari mengejar bola. Mereka memiliki banyak pemain dengan kualitas tinggi dan sangat berbahaya," ujar Alaba seperti dikutip dari laman resmi FIFA.
Meski kalah telak, Alaba menilai Austria sebenarnya mampu memberikan perlawanan pada awal pertandingan. Menurutnya, timnya sempat menjalankan rencana permainan dengan cukup baik.
Kapten berusia 34 tahun itu menyebut Austria tampil kompetitif selama sekitar 20 hingga 25 menit pertama. Namun, situasi berubah setelah Spanyol melakukan penyesuaian taktik di tengah pertandingan.
"Selama 20 hingga 25 menit pertama kami bermain cukup baik. Namun, setelah jeda singkat untuk minum, saya pikir mereka sedikit mengubah cara bermain dan sejak saat itu pertandingan menjadi jauh lebih sulit bagi kami," lanjut Alaba.
Perubahan strategi tersebut membuat Austria semakin kesulitan keluar dari tekanan. Spanyol mampu memanfaatkan keunggulan penguasaan bola untuk mengontrol ritme pertandingan hingga peluit panjang berbunyi.