- Antara
Kiper Timnas Australia Merasa Dikhianati Pelatihnya Sendiri, Strategi Ganti Penjaga Gawang Bikin Socceroos Hancur di Tangan Mesir
tvOnenews.com – Drama luar biasa yang berujung petaka menyelimuti tersingkirnya Timnas Australia dari panggung Piala Dunia 2026.
Aksi adu penalti yang dilakoni skuad Socceroos di babak 32 besar tidak hanya menjadi tragedi bagi para pendukung, tetapi juga menyisakan isu "pengkhianatan" internal lantaran adanya pergantian kiper dadakan tanpa sepengetahuan penjaga gawang utama mereka.
Dengan hasil minor ini, Australia yang berstatus sebagai satu-satunya wakil Asia (AFC) yang tersisa di turnamen benua Amerika Utara tersebut dipastikan harus angkat koper lebih cepat.
- IMAGN IMAGES via Reuters/Blake Dahlin
Dalam laga hidup-mati yang digelar di Stadion Dallas pada Sabtu (4/7/2026) dini hari WIB, Australia dipaksa menyerah lewat babak tos-tosan oleh raksasa Afrika, Mesir, setelah bertarung sengit dengan skor imbang 1-1 selama 120 menit.
Taktik Perjudian Tony Popovic Berujung Petaka
Momen penuh tanda tanya besar terjadi tepat pada menit ke-119 babak extra time.
Pelatih kepala Australia Tony Popovic secara mengejutkan menarik keluar kiper utama mereka Patrick Beach dan memasukkan sang penjaga gawang cadangan Matthew Ryan.
Pergantian kilat tersebut sengaja direncanakan Popovic dengan harapan magis pengalaman Matthew Ryan mampu menjadi pahlawan di bawah mistar gawang saat adu penalti.
Sayangnya, perjudian taktik tersebut justru berbuah petaka besar.
Matthew Ryan tampil memilukan dan gagal total membendung satu pun eksekusi penalti dari para penggawa Tim Pharaoh.
Empat penendang algojo Mesir, yakni Mahmoud Saber, Ramy Rabia, Mohamed Salah, dan Hossam Abdelmaguid sukses menjalankan tugasnya dengan dingin.
Sebaliknya, mental para pemain Australia justru rontok. Dari empat penendang, hanya Jackson Irvine dan Awer Mabil yang berhasil mencetak gol.
Sementara Harry Souttar dan Lucas Herrington menjadi pesakitan setelah tembakannya gagal menemui sasaran. Alhasil, adu penalti ditutup dengan keunggulan telak 4-2 untuk kemenangan Mesir.
- Socceroos
Pembelaan Pelatih vs Pengakuan Mengejutkan Patrick Beach
Seusai laga, Tony Popovic langsung dihujani kritik tajam terkait keputusannya tersebut.
Ia berdalih bahwa Matthew Ryan dimasukkan karena jam terbang tinggi dan rekor catatan penaltinya yang apik, sementara Patrick Beach dinilai masih terlalu hijau.
"Jika kami lihat, oke, ini memang tidak berhasil. Namun, Maty sudah berpengalaman, dan jika kami lihat rekornya... Patrick masih baru sebagai penjaga gawang, tidak hanya di tim nasional, tapi bahkan di level klub. Saya hanya merasa pengalaman Maty akan menjadi pembeda. Pada akhirnya hal itu tidak berjalan sesuai harapan, tetapi bukan karena penilaian Maty yang buruk," bela Popovic dikutip dari ESPN.
Namun, fakta mengejutkan justru diembuskan oleh Patrick Beach.
- Socceroos
Kiper muda berusia 22 tahun itu membongkar borok internal dengan mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak tahu-menahu atau diajak berdiskusi oleh tim pelatih mengenai pergantian tersebut.
"Saya tidak yakin, kalian harus bertanya kepada para pelatih soal itu. Saya mengetahuinya (pergantian kiper) pada saat yang sama dengan kalian. Jelas ada rencana yang telah disusun, dan itu bukan untuk kami ketahui," cetus Beach dengan nada kecewa.
Dalam waktu normal, Australia sejatinya sudah kepayahan sejak menit awal setelah dibobol oleh pemain Mesir Emam Ashour pada menit ke-13.
Socceroos baru bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-55 berkat gol bunuh diri bek Mesir, Mohamed Hany.
Skor sama kuat itu bertahan hingga waktu normal dan perpanjangan waktu 2x15 menit habis, sebelum akhirnya dewi fortuna lebih memilih berpihak kepada Mesir di babak adu penalti dan mendepak Australia secara tragis.