news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni bersama Lionel Messi di Piala Dunia 2026.
Sumber :
  • REUTERS/Hannah Mckay

Messi Tak Mungkin Capai Rekor Ini, Fenomena Aneh Piala Dunia 2026: Bek Mesir Mohamed Hany Catat Sejarah Kelam, Tim AS Paling Diuntungkan

Gelaran akbar Piala Dunia 2026 di benua Amerika Utara menghadirkan sebuah fenomena super langka yang mencengangkan dunia. Di saat megabintang Lionel Messi ... -
Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:33 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Gelaran akbar Piala Dunia 2026 di benua Amerika Utara menghadirkan sebuah fenomena super langka yang mencengangkan dunia. Di saat megabintang Lionel Messi tengah memimpin perlombaan sepatu emas, sorotan utama turnamen justru terampas oleh ledakan jumlah gol bunuh diri yang resmi mencetak rekor baru sepanjang sejarah sepak bola.

Hingga berakhirnya babak 32 besar, tercatat sudah ada 14 gol bunuh diri yang tercipta di atas lapangan hijau.

Angka fantastis tersebut resmi melampaui rekor kelam sebelumnya, yakni 12 gol bunuh diri yang sempat tercipta pada edisi Piala Dunia 2018 di Rusia silam.

Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Sumber :
  • REUTERS/Paul Childs

Saking tidak masuk akalnya, jumlah 14 gol bunuh diri tersebut bahkan melesat dua kali lipat lebih banyak jika dibandingkan dengan koleksi 7 gol milik Lionel Messi yang saat ini bertengger di puncak daftar top skor sementara turnamen.

Efek Domino 48 Negara dan Faktor Mental Tim Nonunggulan

Lonjakan angka gol bunuh diri ini tergolong sangat mencolok. Berkaca pada sejarah sebelum edisi 2018, mayoritas turnamen Piala Dunia biasanya hanya mencatat kisaran 3 hingga 6 gol bunuh diri saja.

Bahkan pada edisi Piala Dunia 2022 di Qatar lalu, tercatat hanya ada 2 gol bunuh diri yang tercipta.

Sebanyak 12 gol bunuh diri lahir selama ketatnya persaingan fase grup Piala Dunia 2026.

Angka itu kemudian menggenap menjadi 14 setelah dua insiden serupa kembali pecah pada laga hidup-mati babak 32 besar yang berlangsung Jumat (3/7/2026).

Para pengamat menilai, bertambahnya kuota peserta menjadi 48 negara menjadi biang keladi utama di balik fenomena aneh ini.

Semakin gemuknya jumlah pertandingan otomatis memperbesar peluang terjadinya momen-momen eror yang merugikan tim sendiri.

Selain itu, jomplangnya perbedaan kualitas antarnegara juga sangat berpengaruh.

Mayoritas gol bunuh diri justru lahir dari kaki dan kepala para penggawa tim nonunggulan seperti Tanjung Verde, Yordania, Uzbekistan, hingga Qatar yang kelabakan menahan gempuran intensitas tinggi, bola mati, dan skema serangan balik cepat tim raksasa.

Pemain Argentina, Lionel Messi
Sumber :
  • REUTERS/Kai Pfaffenbach

Sejarah Kelam Bek Mesir dan Drama Tiket 16 Besar Argentina

Rentetan gol bunuh diri di babak 32 besar kemarin juga melahirkan sejarah individu yang sangat memilukan.

Bek Timnas Mesir Mohamed Hany menorehkan tinta hitam sebagai pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak dua gol bunuh diri dalam satu edisi turnamen.

Setelah sempat mencetak gol ke gawang sendiri saat Mesir ditahan imbang Belgia 1-1 di fase grup, apesnya Hany kembali melakukan hal serupa saat menghalau tendangan bebas Australia.

Meski sempat membuat negaranya ketar-ketir, Mesir pada akhirnya tetap lolos ke babak 16 besar lewat drama adu penalti.

Nasib serupa dialami bek Tanjung Verde, Diney Borges, saat bentrok melawan Argentina. Dalam situasi sepak pojok yang dieksekusi tajam oleh Lionel Messi, bola yang mengarah ke Cristian Romero justru membentur Borges dan mengecoh penjaga gawang Vozinha.

Gol bunuh diri Borges tersebut otomatis mengunci kemenangan dramatis Argentina dengan skor 3-2 sekaligus meloloskan Albiceleste ke babak 16 besar.

Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Sumber :
  • IMAGN IMAGES via Reuters
BNI Hadirkan Ragam Promo Spesial Rayakan 80 Tahun Pengabdian untuk Negeri.
Sumber :
  • BNI.

Timnas Amerika Serikat Panen Keuntungan

Di sisi lain, tim tuan rumah Amerika Serikat menjadi kubu yang paling ketiban untung dari fenomena aneh bin ajaib ini.

Bagaimana tidak, langkah mulus mereka sejak fase grup sangat terbantu oleh dua gol bunuh diri dari tim lawan.

Sumbangan gol "gratisan" pertama didapat dari bek Paraguay, Damian Bobadilla, saat AS menang telak 4-1 di laga pembuka.

Berlanjut di laga berikutnya, giliran bek Australia, Cameron Burgess, yang giliran menjebol gawangnya sendiri demi keuntungan Amerika Serikat.

Catatan manis ini mengantarkan Timnas Amerika Serikat menyamai rekor Prancis pada edisi Piala Dunia 2014, sebagai tim kedua dalam sejarah yang sukses memanen keuntungan dari dua gol bunuh diri lawan dalam satu edisi turnamen tunggal.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:28
05:01
01:45
01:26
02:49
12:28

Viral