- REUTERS - Stefan Koops/EYE4IMAGES/NurPhoto
Mantan Kapten Timnas Prancis sampai Murka Lihat Keputusan Wasit yang Untungkan Argentina: Mesir Telah Dirampok
tvOnenews.com - Kemenangan Argentina atas Mesir dalam Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 rupanya menarik perhatian mantan kapten Timnas Prancis, Patrice Evra.
Saat bertindak sebagai komentator di salah satu stasiun TV, Patrice Evra mengungkapkan apa yang ia rasakan terkait keputusan wasit yang dinilai rugikan Mesir.
Momen kontroversial yang dimaksud oleh Patrick Evra adalah dianulirnya gol Mesir hanya karena VAR menunjukkan adanya pelanggaran terhadap pemain Argentina beberapa menit sebelumnya.
Menyikapi keputusan tersebut, secara terang-terangan Patrice Evra menyebut Mesir telah dirampok karena gol yang seharusnya sah justru dianulir dengan cara yang kontroversial.
"Saya tidak peduli apa kata orang, bagi saya, gol Mesir yang sah telah dirampok. Sepak bola telah menjadi begitu hambar," ujar Patrice Evra, seperti dilansir tvOnenews.com dari akun Instagram @alkassenglish.
Patrice Evra heran mengapa gol Mesir dianulir hanya karena hasil pengecekan VAR menunjukkan adanya pelanggaran terhadap pemain Argentina.
"Seorang pemain Mesir menguasai bola, mereka menggiring bola ke depan, mereka mencetak gol yang fantastis, dan kemudian seseorang menghabiskan dua menit mencari alasan sepele untuk membatalkan gol tersebut," kata Patrice Evra.
Bahkan mantan kapten Timnas Prancis tersebut juga menyoroti alasan penggunaan VAR yang seolah hanya menguntungkan Argentina.
"Teknologi Video Assistant Referee (VAR) diperkenalkan untuk mengoreksi kesalahan yang jelas, bukan untuk menghapus momen-momen hebat dalam sepak bola. Hari ini tampaknya mereka mencari alasan untuk menyelamatkan Argentina," tegas Patrice Evra.
"Jika gol ini disahkan untuk Argentina, tidak akan ada yang membicarakan kesalahan. Itulah kenyataannya," lanjutnya.
Andaikan gol Mesir tersebut tidak dianulir, maka seharusnya pertandingan masih bertahan dengan skor 3-3 dan berlanjut ke babak tambahan ataupun adu penalti.
Di sisi lain, wasit FIFA asal Mesir juga mempertanyakan mengapa Argentina tidak dihukum penalti saat Salah dilanggar di depan gawang.
Keputusan-keputusan kontroversial tersebut dianggap berpengaruh terhadap psikologis pemain Mesir sehingga akhirnya Argentina mampu membalikkan keadaan.
Kini Messi dkk akan menghadapi Swiss dalam babak perempat final Piala Dunia 2026.