news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden FIFA Gianni Infantino.
Sumber :
  • REUTERS/Benoit Tessier

Presiden FIFA Gianni Infantino Terancam Kena Investigasi IOC, Gara-gara Dukung Donald Trump

Presiden FIFA, Gianni Infantino terancam diinvestigasi oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) usai laporan adanya dugaan pelanggaran prinsip netralitas politik.
Kamis, 9 Juli 2026 - 08:34 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden FIFA, Gianni Infantino terancam diinvestigasi oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) usai laporan adanya dugaan pelanggaran prinsip netralitas politik.

Penyelidikan tersebut berdasarkan laporan dari FairSquare. Yakni organisasi yang menggabungkan penelitian terkait Hak Asasi Manusia (HAM) dengan advokasi yang mendorong perubahan sistemik, serta berfokus pada isu kemanusiaan termasuk HAM dalam industri olahraga.

Melansir dari Reuters, FairSquare menilai bahwa Gianni Infantino tidak bersikap netral sebagai Presiden FIFA. Ia beberapa kali secara terang-terangan mendukung Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat (AS).

Hal ini pun dianggap telah melanggar kewajiban untuk bersikap netral sebagai seorang pejabat FIFA sekaligus anggota IOC.

Sejatinya ini bukan pertama kalinya FairSquare mempertanyakan netralitas Gianni Infantino. Sebelumnya mereka sempat mengajukan laporan kepada Komite Etik FIFA, karena menuding Infantino beberapa kali menyatakan dukungannya untuk kebijakan Trump pada Desember 2025.

Sehingga mereka menilai bahwa Infantino telah melanggar Pasal 15 Kode Etik FIFA terkait kewajiban setiap pejabat FIFA untuk tetap netral dalam urusan politik ketika menjalankan tugas resmi.

Jika pasal tersebut dilanggar, maka akan dijatuhi sanksi denda minimal 10.000 franc Swiss atau setara 12.378 dollar AS (sekitar Rp223 juta berdasarkan kurs saat ini Rp18.085), hingga larangan dalam aktivitas sepak bola maksimal 2 tahun.

Hingga saat ini Presiden IOC, Kirsty Coventry mengaku belum mendapatkan pengaduan resmi. Namun ia berjanji pihaknya akan mempelajari laporan ini jika benar-benar diajukan.

Di sisi lain, FairSquare telah mengklaim bahwa Sekretariat Kamar Investigasi Komite Etik FIFA sudah mengonfrimasi laporan mereka sejak Desember 2025. Namun belum ada indikasi investigasi telah dimulai.

FIFA menjelaskan bahwa pihaknya baru bisa memulai investigasi pendahuluan atas dugaan pelanggaran kode etik jika mendapatkan intruksi dari ketua Kamar Investigasi mereka.

Mereka juga menegaskan pengajuan laporan tak langsung membuat proses etik dibuka, selain itu pelapor tak menjadi pihak dalam proses tersebut sehingga tak akan mendapatkan perkembangan perkara karena bersifat rahasia.

FairSquare juga telah meluncurkan kampanye 'Reboot' yang menggaungkan reformasi di tubuh FIFA sejak jelang bergulirnya Piala Dunia 2026.

Organisasi tersebut juga mengatakan bahwa ada 50 anggota Parlemen Eropa yang mengirimkan surat kepada Komite Etik FIFA untuk mendukung pengaduan kepada Gianni Infantino.

Salah satunya ialah mempertanyakan apakah Gianni Infantino telah melanggar netralitas politik FIFA usai memberikan FIFA Peace Prize kepada Donald Trump dan tindakan lainnya.

FIFA kini semakin menjadi sorotan setelah FIFA mencabut sanksi larangan bermain kepada pemain Timnas AS, Folarin Balogun yang membuatnya bisa tampil melawan Belgia di 16 besar Piala Dunia 2026. Larangan tersebut dicabut setelah Trump terang-terangan meminta Gianni Infantino untuk meninjau hukuman Balogun.

(nad)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:12
17:02
01:59
02:03
01:07

Viral