- AFA
Argentina Vs Spanyol di Final Piala Dunia 2026: Adu Taktik Senior dan Junior
Jakarta, tvOnenews.com – Spanyol akan berhadapan dengan Argentina di partai final Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat (AS) pada Senin, 20/7/2026 dini hari WIB.
Laga tersebut diprediksi menarik lantaran Spanyol yang berstatus Juara Euro 2024 bertemu Argentina, Juara Piala Dunia 2022 dan Copa America 2024.
Duel ini juga akan menghadirkan pertarungan dua pelatih hebat. Luis de la Fuente (65) di kubu Spanyol beradu taktik dengan Lionel Scaloni (48) di Argentina.
Banyak yang menyebut pertemuan kedua pelatih berprestasi itu layaknya duel guru melawan murid, senior dengan junior.
Luis de la Fuente melanjutkan prestasi gemilang bersama Timnas Spanyol pascameraih gelar Juara Euro 2024. Di Piala Dunia 2026, Tim Matador tak terhentikan sejak fase grup.
Spanyol selalu menang sejak ditahan tim debutan, Tanjung Verde, di fase grup. Rodri dan tim menghajar Arab Saudi (4-0), Uruguay (1-0), Austria (3-0), Portugal (1-0), Belgia (2-1), dan Prancis (2-0) sebelum bertemu Argentina di partai puncak.
Spanyol cuma kemasukan satu gol, yaitu dijebol pemain Belgia, Charles De Ketelaere, di perempat final. Argentina juga tak dapat dihentikan dengan selalu menang di fase grup.
La Albiceleste menunjukkan mental baja di babak gugur dengan mendepak Tanjung Verde (3-2), Mesir (3-2), Swiss (3-1), dan Inggris (2-1) sebelum melangkah ke final, seperti dikutip dari Reuters.
Spanyol akan berusaha mempersembahkan gelar Piala Dunia kedua setelah 16 tahun lalu meraih gelar pertama.
Sementara Argentina berupaya menjadi negara pertama sejak Brasil pada 1962 yang memenangkan gelar juara dunia secara berturut-turut.
"Ya, kami sudah menganalisis mereka (Spanyol). Tapi, terlalu banyak menganalisis juga tidak baik. Kami tahu bagaimana mereka bermain, kami tahu kekuatan mereka, dan kami akan mencoba mencegah mereka memanfaatkannya," kata Scaloni.
Penguasaan bola, adalah cara yang sama dalam ciri khas permainan Argentina dan Spanyol.
Kesamaan ini juga semakin menarik karena antara Lionel Scaloni dan Luis de la Fuente sudah saling mengenal.
Hanya, Lionel Scaloni menyatakan bahwa masing-masing tidak pernah membicarakan bagaimana cara tim mereka bermain.
"Luis mengenal saya secara pribadi tetapi dia tidak tahu apa pendapat saya tentang sepak bola. Setiap tim memiliki nuansanya sendiri, tetapi ada pola menyerang melalui penguasaan bola. Kami memiliki pola yang serupa. Kami kuat dalam penguasaan bola. Ya dalam hal itu, kami serupa," tegasnya.
Luis de la Fuente dan Lionel Scaloni punya hubungan dekat yang sudah terjalin lama. Persahabatan dan hubungan baik keduanya terjalin bertahun-tahun lalu di akademi kepelatihan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) di Las Rozas.
Awalnya, ia menjadi instruktur dan Scaloni menjadi satu di antara muridnya. Momen itu terjadi pada 2017, dua tahun setelah Scaloni mengakhiri karier bermainnya alias gantung sepatu.
Luis de la Fuente, yang saat itu menangani tim muda Spanyol, merupakan satu di antara mentor yang membimbing Lionel Scaloni saat ia mulai meniti karier di dunia kepelatihan.
Ia juga menyebut Scaloni sebagai 'guru', sebuah julukan yang tak lazim bagi mantan anak didiknya, tetapi sangat tepat bagi sosok yang telah membawa Argentina meraih kesuksesan menjuarai Piala Dunia 2022 dan Copa America 2024.
"Kunci kami berhasil ke final adalah bekerja, bekerja, dan bekerja. Anda harus terus bekerja dan mengelilingi diri Anda dengan orang-orang yang baik, pemain yang baik, dan staf pelatih yang baik. Soal Lionel Messi, kami tentunya akan waspada tapi tidak akan menjaganya dengan ketat," ungkap Luis de la Fuente, dilansir dari Marca.