- REUTERS - Jose Hernandez/Anadolu
Menilik Sejarah Berulang Spanyol di Final Piala Dunia 2010 dan 2026, Gol Tunggal yang Antarkan La Roja Angkat Trofi
Sementara itu, pada final Piala Dunia 2026 melawan Argentina, bintang muda Ferran Torres tampil sebagai pahlawan baru yang mencetak gol tunggal kemenangan bagi Spanyol setelah memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan lawan.
Magis di babak perpanjangan waktu jelang akhir laga
- REUTERS/Kai Pfaffenbach TPX IMAGES OF THE DAY
Kesamaan paling dramatis dari kedua pencapaian monumental ini terletak pada waktu terciptanya gol penentu kemenangan.
Gol kemenangan Spanyol di dua edisi tersebut sama-sama lahir ketika para pemain sudah berada di batas puncak kelelahan fisik, yaitu pada babak extra time.
Pada Piala Dunia 2010, gol penentu kemenangan krusial tersebut tercipta pada menit ke-109 setelah melewati pertarungan fisik yang sangat keras melawan Belanda.
Pola yang hampir persis kembali terulang di edisi tahun 2026, di mana gol emas penentu kejayaan Spanyol ke gawang Argentina berhasil dilesakkan pada menit ke-106.
Garis takdir yang sangat mirip ini terekam jelas dalam linimasa sejarah final Piala Dunia yang menunjukkan kekuatan mentalitas juara Spanyol dalam menghadapi tekanan tinggi di babak tambahan.
Keberhasilan Spanyol di Piala Dunia 2026 membuktikan bahwa sejarah yang berulang bukanlah sebuah kebetulan belaka.
Dengan menyamai catatan epik dari tahun 2010, Spanyol menunjukkan bahwa dominasi permainan, kesabaran dalam membongkar pertahanan rapat, serta ketenangan di babak perpanjangan waktu adalah formula abadi untuk merajai panggung sepak bola internasional. (ism)