news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ekspresi kekecewaan pemain Timnas Argentina usai gagal raih gelar juara di Piala Dunia 2026..
Sumber :
  • REUTERS/Mike Segar

‎Takluk dari Spanyol, Argentina Masuk Daftar Korban Kutukan Juara Bertahan Piala Dunia ‎

Kekalahan Timnas Argentina dari Spanyol membuat La Albiceleste bukan hanya kehilangan gelar juara, tetapi juga kembali gagal mematahkan kutukan panjang yang menghantui setiap juara bertahan Piala Dunia.
Senin, 20 Juli 2026 - 07:16 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Argentina gagal mengukir sejarah baru setelah takluk dari Spanyol pada partai final Piala Dunia 2026. Kekalahan tersebut membuat La Albiceleste bukan hanya kehilangan gelar juara, tetapi juga kembali gagal mematahkan kutukan panjang yang menghantui setiap juara bertahan Piala Dunia.

Harapan Argentina untuk mempertahankan trofi yang diraih pada edisi 2022 akhirnya pupus di Stadion New York New Jersey, Senin (20/7/2026) pagi WIB. Setelah bertahan sepanjang waktu normal, pasukan Lionel Scaloni akhirnya menyerah dengan skor tipis 0-1.

Gol tunggal Ferran Torres pada babak tambahan waktu menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Lesakan sang penyerang memastikan Spanyol kembali berdiri di puncak sepak bola dunia sekaligus menggagalkan ambisi besar Argentina.

Kekalahan itu juga membuat La Albiceleste gagal mengakhiri penantian panjang dunia sepak bola terhadap lahirnya juara bertahan yang mampu mempertahankan trofi Piala Dunia. Rekor tersebut ternyata masih belum mampu dipatahkan hingga edisi 2026.

Sejak Brasil menjadi negara terakhir yang sukses mempertahankan gelar pada Piala Dunia 1958 dan 1962, belum ada satu pun negara yang mampu mengulangi pencapaian tersebut. Sebelumnya, Italia juga pernah melakukannya ketika menjadi juara pada 1934 dan 1938.

Menariknya, keberhasilan Brasil itu terjadi ketika trofi Jules Rimet masih digunakan sebagai lambang supremasi sepak bola dunia. Setelah FIFA memperkenalkan trofi Piala Dunia yang digunakan hingga saat ini, belum pernah ada tim yang sanggup menjadi juara dalam dua edisi secara beruntun.

Argentina sebenarnya datang ke Piala Dunia 2026 dengan modal sebagai juara bertahan. Perjalanan mereka menuju final juga memperlihatkan mental juara, termasuk ketika berhasil melewati berbagai pertandingan sulit di fase gugur.

Namun, langkah terakhir justru menjadi penghalang terbesar. Spanyol tampil disiplin sepanjang pertandingan dan mampu membatasi kreativitas lini serang Argentina hingga nyaris tidak berkembang.

Statistik pertandingan memperlihatkan betapa sulitnya laga bagi Lionel Messi dan rekan-rekannya. Selama 120 menit pertandingan, Argentina bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran ke gawang Spanyol.

Sebaliknya, La Furia Roja terus berusaha membongkar pertahanan rapat yang dibangun Argentina. Meski beberapa peluang sempat terbuang, Spanyol akhirnya menemukan celah pada babak tambahan waktu.

Ferran Torres muncul sebagai pahlawan kemenangan setelah mencetak gol pada menit ke-106. Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta sepanjang pertandingan sekaligus memastikan trofi Piala Dunia berpindah tangan ke Spanyol.

Kegagalan Argentina menambah panjang daftar negara yang nyaris mematahkan kutukan juara bertahan. Sebelum Albiceleste, beberapa tim besar juga sempat berada di ambang sejarah tetapi akhirnya harus mengakui keunggulan lawan di partai puncak.

Argentina pada Piala Dunia 1990 menjadi salah satu contohnya. Setelah menjadi juara pada 1986, mereka kembali mencapai final empat tahun kemudian, tetapi gagal mempertahankan gelar.

Brasil juga mengalami nasib serupa pada Piala Dunia 1998 setelah menjadi juara pada 1994. Sementara itu, Prancis yang berstatus juara bertahan pada edisi 2022 juga gagal mempertahankan trofi setelah kalah di final.

Kini, Argentina menjadi tim terbaru yang harus menerima kenyataan pahit tersebut. Ambisi mencatatkan sejarah sebagai juara bertahan pertama di era trofi Piala Dunia modern kembali tertunda, sementara Spanyol justru merayakan keberhasilan meraih gelar juara dunia kedua mereka setelah sebelumnya menjadi kampiun pada edisi 2010.

(igp/nad)  

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:28
02:23
01:37
04:43
04:30
05:26

Viral