- Reuters/David Gonzales
2 Kali Bikin Argentina Menangis, Wasit Final Piala Dunia 2026 Ternyata Pernah Patahkan Rekor Unbeaten Albiceleste
tvOnenews.com – Pupus sudah harapan Argentina untuk mempertahankan mahkota juara dunia. Skuad Albiceleste pimpinan Lionel Messi harus rela menyerahkan takhta kepada Spanyol usai tumbang dalam drama perpanjangan waktu pada partai final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Pertandingan yang berjalan dengan tensi sangat tinggi tersebut sejatinya berakhir imbang tanpa gol di sepanjang 90 menit waktu normal. Namun di balik sengitnya adu taktik di lapangan hijau, sorotan tajam publik justru mengarah kepada sang pengadil utama, Slavko Vincic.
Meskipun statusnya merupakan wasit berpengalaman yang dipercaya memimpin laga pamungkas final Liga Champions 2024, sosok sang pengadil asal Slovenia ini tampaknya tidak pernah membawa keberuntungan bagi tim nasional Argentina.
- REUTERS/Eloisa Sanchez
Terbukti, ini menjadi kali kedua Vincic memimpin laga yang berujung duka mendalam bagi publik Negeri Tango.
Pernah Hancurkan Rekor 36 Laga Tak Terkalahkan Argentina di Qatar
Sebelum menjadi saksi bisu runtuhnya Argentina di final Piala Dunia 2026, Slavko Vincic merupakan wasit utama yang memimpin kekalahan paling mengejutkan dalam sejarah sepak bola modern, yakni saat Albiceleste dibendung Arab Saudi pada laga pembuka Grup C Piala Dunia 2022 lalu.
Bertanding di Stadion Lusail pada 22 November 2022, Vincic—yang saat itu juga dibantu asisten Tomaz Klancnik dan Andraz Kovacic serta Maguette Ndiaye selaku ofisial keempat—secara tragis menghentikan rekor fantastis 36 pertandingan tak terkalahkan milik Argentina di level internasional.
Kala itu, Lionel Messi sejatinya sempat membawa Argentina memimpin 1-0 lewat eksekusi penalti dingin pada menit ke-10.
Namun, keputusan dan jalannya laga di babak kedua berbalik mengerikan setelah Arab Saudi mencetak dua gol balasan kilat lewat aksi Saleh Al-Shehri (48') dan tembakan spektakuler Salem Al-Dawsari (53') hingga memaksa Argentina bertekuk lutut 1-2.
- REUTERS/Agustin Marcarian TPX IMAGES OF THE DAY
Kini, riwayat kelam tersebut seolah terulang kembali di New York New Jersey Stadium saat Vincic kembali dipercaya FIFA memimpin laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina.
Di Piala Dunia 2026 sendiri, Vincic sejatinya sudah memimpin tiga laga lain (Brasil vs Maroko, Yordania vs Aljazair, serta Meksiko vs Ekuador) tanpa kontroversi besar.
Namun, keputusan FIFA menunjuknya untuk partai puncak tetap memicu gelombang kritik. Media ternama asal Spanyol, Archivo VAR, secara terbuka menguliti performa wasit berusia 46 tahun itu yang dinilai sangat tidak konsisten di kompetisi Eropa musim ini.
Melalui cuitan di akun X, Archivo VAR menuding Vincic sebagai wasit yang kerap gagap dan kehilangan kendali penuh ketika memimpin laga dengan intensitas dan tekanan tinggi.
Salah satu keputusannya yang paling dikecam terjadi pada babak perempat final Liga Champions musim ini antara Real Madrid kontra Bayern Munich.
Saat itu, Vincic melayangkan kartu kuning kedua (kartu merah) kepada Eduardo Camavinga karena dianggap sengaja membuang bola.
Keputusan brutal itu menjadi titik balik hancurnya Real Madrid yang akhirnya terkena comeback 3-4 (agregat 6-4) usai bermain dengan 10 orang.
Pernah Terseret Skandal Prostitusi dan Senjata Api
- REUTERS/Michaela Stache
Tak hanya kontroversial di atas lapangan, rekam jejak pribadi Vincic juga sempat menggegerkan publik. Pada Mei 2020 silam, sang wasit pernah ditahan oleh pihak kepolisian dalam sebuah operasi penggerebekan di Bosnia dan Herzegovina terkait dugaan skandal prostitusi, perdagangan obat terlarang, hingga kepemilikan senjata api ilegal.
Meski sempat ditahan, Vincic membantah keras terlibat dan mengaku hanya menghadiri undangan makan siang bisnis tanpa tahu aktivitas di lokasi.
Penyelidikan akhir pihak berwenang pun menyatakan Vincic bersih dari segala tuduhan hingga ia dibebaskan dan diizinkan kembali memimpin laga di bawah naungan UEFA dan FIFA.
Kini nama Slavko Vincic resmi tercatat dalam sejarah kelam sepak bola Argentina sebagai wasit "pembawa sial" yang dua kali mengandaskan langkah Lionel Messi dan kolega di panggung tertinggi dunia.