- REUTERS/Hannah Mckay
Bukan Cuma Juara Dunia, Timnas Spanyol Ukir Rekor Pertahanan Terkejam Sepanjang Sejarah Piala Dunia
tvOnenews.com – Skuad Matador Spanyol resmi mengukuhkan diri sebagai juara dunia paling dominan sekaligus tangguh di panggung sepak bola planet bumi.
Anak asuh Luis de la Fuente baru saja memecahkan rekor mutlak sebagai tim juara dengan jumlah kebobolan paling sedikit dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia.
Sepanjang gelaran Piala Dunia 2026 yang berlangsung maraton, gawang La Furia Roja tercatat hanya mampu dijebol lawan sebanyak satu kali saja dalam delapan pertandingan dari babak grup hingga laga pamungkas.
- REUTERS/Evan Vucci
Spanyol resmi mengunci rekor fantastis ini setelah sukses menjaga kesucian gawang mereka dari gempuran lini serang Argentina dalam laga final sengit di New York New Jersey Stadium, Minggu (19/7/2026).
Gol tunggal penentu kemenangan Spanyol dilesakkan oleh Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu menit ke-106.
Catatan ini terasa semakin istimewa lantaran Piala Dunia 2026 menggunakan format baru dengan jumlah peserta 48 negara serta tambahan babak 32 besar.
Meski harus memainkan satu laga lebih banyak dibanding edisi-edisi terdahulu, benteng pertahanan Spanyol terbukti tetap menjadi tembok kokoh yang sukar ditembus.
Cuma Bintang Belgia yang Sanggup Jebol Gawang Unai Simon
Dari total delapan laga yang dilakoni, Spanyol mencatatkan rekor impresif berupa tujuh kali clean sheet alias nirbobol.
Korban ketangguhan lini belakang Spanyol meliputi Tanjung Verde, Arab Saudi, Uruguay, Austria, Portugal, Prancis, hingga sang lawan di partai puncak, Argentina.
Satu-satunya pemain di muka bumi yang sanggup menembus barikade pertahanan Spanyol pada turnamen ini adalah bintang Timnas Belgia, Charles De Ketelaere.
Gol bersejarah bagi Belgia tersebut tercipta pada babak perempat final yang digelar di Los Angeles Stadium, 10 Juli 2026 lalu, saat De Ketelaere mencetak gol penyeimbang di menit ke-41.
Kendati sempat kebobolan, Spanyol tetap menyegel tiket semifinal usai mengunci kemenangan 2-1 lewat gol Fabian Ruiz dan Mikel Merino.
Selebihnya, dari laga penyisihan grup hingga pertempuran 120 menit melawan Argentina di final, pertahanan Spanyol tampil dingin dan disiplin tinggi.
Hal ini membuktikan bahwa skema taktis De la Fuente tidak hanya bertumpu pada dominasi penguasaan bola (possession ball), melainkan juga pertahanan rapat yang terorganisasi dengan baik.
Lampaui Catatan Musim Legend Casillas, Buffon, dan Barthez
Sebelum rekor spektakuler ini tercipta di edisi 2026, rekor kebobolan paling sedikit bagi tim yang menjuarai Piala Dunia dipegang oleh tiga negara dengan catatan dua kali kebobolan.
Mereka adalah Prancis pada edisi 1998, Italia di tahun 2006, serta skuad emas Spanyol pada Piala Dunia 2010.
Ketiga tim legendaris yang dikawal oleh kiper-kiper kenamaan seperti Fabien Barthez, Gianluigi Buffon, dan Iker Casillas tersebut hanya memainkan total tujuh pertandingan.
Kini, Unai Simon dan kolega resmi melewati rekor para seniornya tersebut walau harus melakoni delapan laga beruntun.
Keberhasilan Unai Simon menjaga konsistensi di bawah mistar gawang menjadi fondasi utama lahirnya bintang dua di atas lambang federasi Spanyol.
Sang kiper bahkan sempat mengukir rekor individu dengan catatn 519 menit tanpa kebobolan saat melumat Austria di babak 32 besar.
Dengan hanya kemasukan satu gol sepanjang turnamen, Spanyol tidak sekadar membawa pulang trofi juara dunia kedua mereka setelah era 2010.
Skuad La Roja di bawah komando Luis de la Fuente resmi menetapkan standar baru untuk lini pertahanan terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia putra.