- REUTERS/Issei Kato
Hajime Moriyasu Pamit dari Timnas Jepang, Piala Asia 2027 Jadi Panggung Perpisahan
Jakarta, tvOnenews.com - Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) resmi mengambil keputusan penting terkait kursi pelatih Timnas Jepang. Oiwa Go ditunjuk sebagai pelatih baru Samurai Biru, meski proses pergantian kepemimpinan tidak akan berlangsung secara langsung.
Keputusan tersebut membuat Hajime Moriyasu masih tetap memegang kendali Timnas Jepang dalam beberapa bulan ke depan. Pelatih berusia 57 tahun itu akan menyelesaikan tugasnya hingga berakhirnya Piala Asia 2027.
Langkah JFA diambil setelah mengevaluasi performa Jepang di Piala Dunia 2026. Meski mampu menampilkan permainan yang mengesankan sepanjang turnamen, Samurai Biru gagal melangkah lebih jauh.
Perjalanan Jepang harus terhenti pada babak 32 besar. Mereka tersingkir setelah menelan kekalahan tipis 1-2 dari Brasil dalam pertandingan yang berlangsung sengit.
Hasil tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama JFA untuk memulai era baru di kursi pelatih. Federasi menilai perubahan kepemimpinan diperlukan demi menjaga perkembangan tim dalam jangka panjang.
Meski demikian, pergantian pelatih tidak dilakukan secara terburu-buru. Berdasarkan laporan yang dikutip dari FIFA, JFA memilih memberikan masa transisi agar persiapan menuju Piala Asia 2027 tetap berjalan optimal.
Moriyasu masih dipercaya memimpin Jepang pada turnamen kontinental tersebut. Piala Asia 2027 dijadwalkan berlangsung pada Januari mendatang sehingga waktu persiapan dinilai terlalu singkat jika langsung berganti pelatih.
Keputusan mempertahankan Moriyasu hingga Piala Asia 2027 juga dianggap sebagai langkah paling realistis. JFA ingin menjaga stabilitas tim sebelum tongkat estafet kepelatihan benar-benar diserahkan kepada Oiwa Go.
Sementara itu, Oiwa Go bukan sosok asing dalam sepak bola Jepang. Saat ini, ia juga dipercaya menangani Timnas Jepang yang tengah dipersiapkan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Menariknya, penunjukan sebagai pelatih Timnas Jepang senior tidak membuat Oiwa meninggalkan tugas lamanya. Ia tetap akan merangkap jabatan sebagai pelatih tim Olimpiade hingga pesta olahraga tersebut digelar.
Situasi seperti ini bukanlah hal baru dalam sepak bola Jepang. Sebelumnya, Hajime Moriyasu juga pernah menjalankan dua peran sekaligus saat menangani Timnas Jepang senior dan tim Olimpiade pada 2021.
Model kepemimpinan ganda tersebut dinilai mampu menjaga kesinambungan pembinaan pemain. Banyak pemain muda dari tim Olimpiade nantinya diproyeksikan menjadi bagian dari skuad senior Jepang.