- VFF
Kata Pelatih Vietnam U-20 usai Timnya Resmi Terdegradasi dan Absen dari Piala Asia U-20 hingga 2031
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Vietnam U-20, Yutaka Ikeuchi, menyampaikan reaksinya setelah kegagalan di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Mereka terdegradasi dan dipastikan akan absen dari Piala Asia U-20 hingga 2031.
The Golden Stars Warriors harus meratapi nasib mereka di hari Minggu (6/9/2026) kemarin malam WIB. Vietnam dipastikan finis terakhir di Grup C, padahal mereka bertindak sebagai tuan rumah di grup ini.
Setelah mengawali kualifikasi dengan kekalahan telak 0-3 dari Korea Utara, Vietnam kandas 1-2 dari Palestina. Semalam, mereka melakoni laga terakhir dengan menghadapi Iran dan kandas dengan skor 1-3.
Nguyen Quoc Khanh sempat membawa Vietnam unggul di menit ke-41. Namun, Arian Maali menyamakan skor di menit ke-50.
Iran kemudian membalikkan keadaan melalui dua gol penalti yang dieksekusi oleh Mahan Beheshti pada menit ke-63 dan Abolfazl Zadeh di masa injury time. Hasil ini menempatkan Vietnam di posisi terakhir Grup C.
Dengan catatan nol poin, Vietnam tak hanya gagal lolos ke Piala Asia U-20 2027. Mereka juga terdegradasi dari fase kualifikasi kepada fase development.
Mereka tidak akan berpartisipasi di Kualifikasi Piala Asia U-20 2029 karena harus mendapatkan tiket promosi ke babak kualifikasi. Dengan demikian, secepat-cepatnya, Vietnam baru bisa tampil lagi di Piala Asia U-20 untuk ajang 2031 mendatang.
Hal ini menjadi tamparan keras bagi Vietnam. Pelatih Yutaka Ikeuchi pun buka suara setelah pertandingan dan berjanji untuk belajar demi masa depan sepak bola Vietnam.
"Setelah turnamen ini, saya akan belajar dari pengalaman ini bersama para pemain Vietnam. Saat ini, saya belum memiliki rencana untuk masa depan sepak bola usia muda Vietnam. Saya menyesal bahwa generasi pemain ini, dan mungkin juga generasi berikutnya, tidak akan dapat berpartisipasi dalam putaran final Piala Asia U-20," kata Ikeuchi seusai laga kontra Iran, dilansir dari Soha.
Ikeuchi melihat adanya pertanda positif dari babak pertama usai mereka mencetak gol. Dia juga mengatakan bahwa Vietnam telah memiliki talenta yang menjanjikan, namun kurang mendapatkan kesempatan bersaing.
"Di babak pertama, kami mencetak gol, yang merupakan pertanda positif. Namun, di babak kedua, tim tidak mampu mempertahankan momentum yang diinginkan. Ini sangat disayangkan," tambah pelatih asal Jepang itu.