- REUTERS/Rodrigo Valle
Tangis Enzo Fernandez Pecah dalam Laga Perpisahan Lionel Messi Bersama Timnas Argentina: Sangat Emosional
Jakarta, tvOnenews.com - Enzo Fernandez tak kuasa menahan tangisnya dalam pertandingan perpisahan Lionel Messi. Sang megabintang mengakhiri kariernya bersama Timnas Argentina dalam duel kontra Benin.
Albiceleste melakoni satu laga terakhir pada jeda internasional September-Oktober ini. Mereka bermain menghadapi Benin di Estadio Mas Monumental, Buenos Aires pada Rabu (7/10/2026) pagi tadi WIB.
Ini merupakan partai perpisahan Messi, yang sebelumnya sudah diharapkan pensiun. La Pulga telah mengumumkan untuk tidak melanjutkan perjuangannya bersama Timnas Argentina setelah kegagalan menjuarai Piala Dunia 2026.
Pada Juli lalu, mereka takluk dengan skor 0-1 dari Spanyol akibat gol Ferran Torres. Messi pensiun tanpa berhasil mempersembahkan gelar Piala Dunia 2026.
Namun, dia masih memiliki gelar juara Piala Dunia pada edisi sebelumnya di tahun 2022. Messi juga sukses merengkuh Copa America pada 2021 dan 2024 lalu.
Pagi tadi, Messi melakoni laga terakhirnya dengan mencetak sebuah gol dan dua assist. Dia mengukir sebuah penalti ditambah masing-masing assist untuk Nicolas Otamendi dan Nico Paz.
Legenda Barcelona itu menyampaikan pernyataan setelah pertandingan yang membuat para fans menangis. Tak hanya para fans, para pemain pun terlihat bersedih menyaksikan Messi meninggalkan tim nasional.
Enzo Fernandez menjadi salah satu yang paling sedih karena kepergian sang penyerang berusia 39 tahun. Dia mengaku sangat emosional, dengan perasaan yang campur aduk, selagi berharap Messi bisa menikmati masa pensiunnya.
"Sejujurnya, hari yang sangat emosional, banyak perasaan campur aduk. Saya harap Leo menikmatinya, kami akan sangat merindukannya," kata Fernandez setelah laga kepada TyC Sports.
Fernandez sendiri sudah pernah terang-terangan menyampaikan bahwa dirinya sangat mengidolakan Messi. Dia mengaku sedih ketika melihat La Pulga memutuskan pensiun dini pada 2016, sebelum pada akhirnya kembali ke tim nasional.
"Ketika Anda bilang akan pergi, saya sangat sedih. Saya masih kecil, dan saya biasa menghitung, membandingkan umur Anda dengan umur saya, untuk melihat apakah saya akan pernah bisa bermain bersama Anda," tulis Fernandez.
"Saya akan memikirkan berapa tahun lagi yang Anda miliki, berapa tahun lagi yang saya miliki untuk mencapai Divisi Pertama, dan saya bermimpi bahwa, bahkan hanya sekali, kita bisa bermain bersama untuk Argentina," katanya.