- REUTERS/Phil Noble
Piala Dunia 2026 Dituduh Ada Pemain Ilegal, FIFA Pastikan Kiper Kelahiran Prancis Sah Bela Kongo
Jakarta, tvOnenews.com - FIFA memastikan kiper kelahiran Prancis, Lionel Mpasi sah membela Kongo di Piala Dunia 2026.
Walau sudah lebih dari empat bulan selesai, Nigeria dan Jamaika mempertanyakan status kelayakan kiper Kongo, Lionel Mpasi yang tampil di Piala Dunia 2026.
Mpasi disebut pernah memperkuat tim junior Prancis sehingga diperlukan proses pergantian asosiasi sebelum dapat membela DR Kongo pada level senior.
Laporan investigasi media internasional menyebut dokumen internal FIFA mempertanyakan kelengkapan proses tersebut saat Mpasi tampil dalam sejumlah pertandingan kualifikasi.
Dilansir dari laman Goal, Mpasi bahkan menjadi bagian penting dalam perjalanan DR Kongo menuju putaran final Piala Dunia 2026.
Kiper berusia 32 tahun itu tampil ketika DR Kongo mengalahkan Nigeria dalam playoff Afrika dan kemudian menang 1-0 atas Jamaika pada playoff antarkonfederasi untuk mengamankan tiket ke turnamen dunia.
Nigeria sebelumnya telah mengajukan protes kepada FIFA terkait status pemain tersebut. Namun, FIFA menyatakan keberatan yang diajukan Federasi Sepak Bola Nigeria dinyatakan tidak dapat diterima oleh Komite Disiplin FIFA.
Jamaika kini ikut meminta kejelasan setelah mengetahui laporan tersebut. Presiden Federasi Sepak Bola Jamaika Michael Ricketts mengatakan pihaknya akan berdiskusi dengan FIFA untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar sebelum menentukan langkah berikutnya.
Di tengah tekanan tersebut, FIFA justru menegaskan bahwa tidak terdapat persoalan kelayakan pemain dalam pertandingan DR Kongo melawan Jamaika maupun selama Piala Dunia 2026.
"FIFA dapat mengonfirmasi bahwa tidak ada masalah kelayakan untuk pertandingan DR Kongo melawan Jamaika dan pada Piala Dunia FIFA 2026," demikian pernyataan FIFA, dikutip Sabtu (10/10/2026).
FIFA juga menegaskan bahwa proses disipliner terhadap protes Nigeria telah berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Badan sepak bola dunia itu menyebut protes Nigeria dinyatakan tidak dapat diterima dan membantah adanya campur tangan Presiden FIFA Gianni Infantino dalam proses tersebut.
Kontroversi ini menjadi semakin sensitif karena DR Kongo berhasil mencatat sejarah dengan tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 52 tahun. Mereka kemudian lolos dari fase grup sebelum perjalanan dihentikan Inggris lewat kekalahan 1-2 pada babak 32 besar.